PENGKHIANATAN
"Ma... Kita tidak perlu menyesali hal yang sudah berlalu. Sudah saatnya kita perbaiki kesalahan yang pernah kita perbuat, jalan buntuk yang pernah kita tempuh. Sudah saatnya kita menata hidup baru. Nasi yang sudah menjadi bubur tak perlu kita sesali adanya, masih ada beras baru yang bisa kita tanak hingga kemudian menjadi nasi matang sempurna."
Entah kata-kata muncul dari mana, tiba-tiba kata-kata itu meluncur dengan sendirinya. Aku hanya menguatkan tekad untuk sholat nanti malam. Sholat istikharah, bagaimanapun hasilnya aku tak akan kecewa. Jika belum baik berarti aku masih harus fokus pada Kaila.
***
"Halo, Ren. Aku ingin kita ketemu." Suara Mas Sa'dan dengan napas terengah-engah. Entah ap
인기 회차