Menantu Sultan
“Kenapa repot-repot pikirin itu? Tinggal kubilang kamu sibuk di kantor, ayahku enggak akan banyak tanya. Sudahlah, kita bukan suami istri sungguhan dan enggak perlu pikirkan hal-hal seremeh itu.”
Tak kuhiraukan larangan Raka untuk pergi sendiri, aku sudah tanggung memesan taksi online. Kalaupun belum memesannya, aku tetap tak mau diantarkan pulang oleh lelaki angkuh dan keras kepala itu.
Sungguh, awal pernikahan tak terlihat sikapnya yang seburuk ini. Dia terlihat misterius dan tenang, namun seiring waktu terlihat sudah bagaimana sikap yang sebenarnya. Kekanakan, dan terlihat seperti terobsesi pada Maureen. Aku benar-benar sudah salah memilih langkah, tapi langkah yang salah ini membuat ayah
Bab Populer