Sugar Baby Dosen Tampan
Febi langsung meringis kecil.
Refleks ia membuka tasnya, merogoh ke dalam, lalu mengeluarkan ponsel yang memang sejak tadi terdiam di sana.
“Maaf,” katanya pelan. “HP-nya aku silent.”
Dalung mendengus lagi.
Ia menyilangkan tangan di dada, lalu menggeleng pelan seolah sedang menghadapi seseorang yang benar-benar keras kepala.
“Untung aja lo masih di sekitar kafe ini,” katanya. “Coba kalau lo udah cabut dari tadi? Gue yang repot nyari lo.”