Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Lunar

The Lunar

tanya Selena memastikan. “Sangat benci,” jawab Rain membenarkan. “Bagaimana bisa? Kupikir sebaliknya, kau sangat menyukai hujan.” “Hanya karena namaku Rain, maka aku mencintai hujan?” tanya Rain mengekeh. Selena ikut mengekeh. Dia terkejut saat mendengar Rain benci rintik-rintik air yang turun dari langit. “Hujan membuat genangan air ada di mana-mana. Terlebih saat aku terciprat air yang kotor. Itu sangat‒” Rain tidak melanjutkan, lantas dia bergidik geli.
1051.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai hujan
Baca
+Pustaka
MENANTU SETENGAH DEWA

MENANTU SETENGAH DEWA

ujar Hakya yang segera keluar kamar melihat hujan yang turun sangat lebat itu, tanpa diiringi petir dan badai. “Ini benar-benar hujan yang syahdu,” gumam Hakya sembari mengulurkan tangannya dan menampung air hujan dengan tangannya dan kemudian meminumnya. “Rahmat engkau yang begitu menyejukkan.” Hakya kembali ke kamar mereka, dan kembali merebahkan tubuhnya di samping Kanaya, mereka menghabiskan malam yang dingin berpelukan hingga pagi.
9.888.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai hujan
Baca
+Pustaka
Rain

Rain

Namun, kejadian malam itu merubah hidupnya. Hujan menyadarkan Rain dari lamunan. Dia tidak menyukai hujan, apa pun alasannya Rain membenci tetes air yang turun dari langit. Baginya, hujan hanya membawa kenangan menyakitkan tentang hidupnya yang jauh dari kata bahagia. Namun, hari itu Rain tidak terlalu membenci hujan. Dia berjalan di bawah guyuran hujan sambil menyeret kopernya. Tubuhnya menggigil, tapi dia enggan berteduh karena hujan mampu menghapus semua lukanya.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai hujan
Baca
+Pustaka
Hanyut dalam Dekapan Sahabatku

Hanyut dalam Dekapan Sahabatku

Aroma tanah basah bercampur dengan parfum woodsy maskulin milik Justin menyeruak, menciptakan sensasi yang menyesakkan sekaligus menenangkan. “Kenapa kamu tidak membawa payung? Padahal ramalan cuaca sudah memperingatkan akan ada badai sore ini,” suara Justin memecah keheningan, terdengar berat di antara deru hujan. Rhea menunduk sambil menatap ujung sepatunya yang mulai basah. “Aku terburu-buru tadi pagi. Lagipula, aku tidak menyangka hujannya akan seburuk ini.”
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai hujan
Baca
+Pustaka
Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan

Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan

Hujan turun perlahan mengawali awal musim penghujan di kota, seperti irama duka yang tak pernah benar-benar pergi. Chloe berjalan lebih cepat menembus keramaian, berbelok dan naik menuju apartemennya. Dia mengibaskan sisa air hujan yang menempel dari jaketnya, memasukkan kode sandi dan pintu terbuka.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai hujan
Baca
+Pustaka
My Boss Behavior

My Boss Behavior

"Karena aku mencintaimu!" Jantung Reon bergemuruh. Langit menghadirkan guntur dan awan mendung dari segala sisi. Bulan separuh yang bersinar mulai tertutup mendung. Musim kemarau lenyap untuk malam ini. Rintikan air mulai turun mengguyur seluruh sudut Jakarta. Pernyataan Forin hanyut bersamaan turunnya hujan.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai hujan
Baca
+Pustaka
AFTERFALL

AFTERFALL

𝙳𝚄𝚂𝙺𝙾𝙵𝙴𝚈𝙴 𝙿𝚁𝙴𝚂𝙴𝙽𝚃𝙸𝙽𝙶 【AFTERFALL】 Hujan lebat di hari-hari memasuki musim dingin adalah hal yang biasa. Malam ini, lagi-lagi puluhan juta rintik air dari langit menjatuhi daratan Hidni tanpa ampun, membuat kastil besar tempat Putri Mahkota, serta Pangeran-Pangeran yang mengikuti sayembara berpesta dengan megah terpaksa batal.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai hujan
Baca
+Pustaka
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Hujan turun lagi malam itu, tapi tidak seperti hujan yang ia kenal. Airnya jatuh perlahan, tanpa arah, seperti kata-kata yang kehilangan tujuan. Setiap tetesnya menimbulkan bunyi yang berbeda — seakan hujan sedang berbicara dengan bahasa yang hanya hati bisa mengerti. Aira berdiri di tengah jalan kota yang kini tinggal pantulan kabut.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai hujan
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Menikmati

Diam-Diam Menikmati

"Di luar hujan deras. Mungkin Luna sedang menunggumu." Jacob menoleh ke jendela. Hujan turun dengan lebat, menutupi kota dengan tirai air. Tanpa menjawab, Jacob berdiri dan meraih jasnya, melangkah melewati Hazel tanpa satu kata pun. "Hei, aku belum selesai bicara padamu!" seru Hazel, tapi Jacob bahkan tak menoleh.
9.9116.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai hujan
Baca
+Pustaka
The Cursed Journey Of Zhura

The Cursed Journey Of Zhura

Seolah langit mendengarkan, hujan turun bahkan dengan intensitas yang deras. Hujan menerpanya telak membawa dingin karena airnya terus masuk melalui celah-celah seragamnya. Zhura melirik bagian bawah seragamnya yang dipenuhi bintik-bintik cokelat lumpur yang terciprat ke sana. Segera ia bungkukkan tubuh ke tanah, mendekap gulungannya agar benda itu tidak kotor oleh air hujan.
10.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status