Terpaksa Menikahi Calon Adik Ipar
Menggigit pipi bagian dalam, seketika aku melepaskan tangan dari dasinya yang belum terpasang sempurna, aku tak terlalu kesulitan menyimpulkan dasi, karena pernah, meski tak sering aku memakaikan dasi Rangga kakak sepupu yang usianya hanya berbeda tiga hari denganku, itupun katika aku berkunjung dan sepupuku tak mendapat perhatian lebih dari sang mama karena repot menyiapkan sarapan.
"Mas bisa lanjutkan sendiri."
Mas Ravin berdehem. Seolah mengerti, ia membenarkan sendiri simpul dasinya.
"Makasih."
Katanya saat aku permisi keluar dan mengingatkan sarapan sudah tersaji di ruang makan. Aku mengangguk, memegang dadaku saat keluar kamar, bersandar di pintu. Bagaimana aku bisa menganggap dia suam
Bab Populer