MENAGIH HUTANG DENGAN TOA MASJID
Seolah kata-kata Amira baru saja menamparnya keras, ia membuka mulutnya hendak menjawab, namun tak sempat.
Suara takmir masjid terdengar mengalun, menginterupsi segala ketegangan yang ada. “Maaf bapak dan ibu, tolong selesaikan masalah ini secara pribadi di rumah. Karena di sini adalah rumah Allah, dan masih banyak orang. Apa bapak dan ibu tidak malu jika saling membeberkan aib masing-masing?
Dan untuk ibu, seberat apapun ujiannya, cobalah untuk tenang. Istighfar yang banyak sebelum memutuskan sesuatu,” ujar takmir dengan suara lembut namun penuh wibawa.