Sentuh Aku, Om Dokter!
tanyaku dengan hati-hati.
Meskipun aku percaya dia setia, tapi aku merasa butuh penjelasan. Karena selama ini, aku tidak pernah mencium parfum wanita lain di jas suamiku, selain parfumku.
"Parfum wanita?!" Mas Bilal tampak terkejut, matanya sedikit melebar. Dia langsung mencubit bagian dada jasnya dengan jempol dan jari telunjuknya, lalu menempelkannya erat-erat pada hidung, menghirup aromanya dengan dalam. "Lho iya, kok bisa ya ada wangi parfum wanita? Tapi tadi kamu 'kan meluk aku, Qia. Berarti parfummu dong?"