Yang Terpilih
“Lo udah pulang, Neng. Aye bikin gabus pucung, noh, makan ye. Bentar aye mau teriskaan.”
“Iya, Nyak.” Dulu aku bingung dengan kosakata yang dipakai Nyak tapi sekarang aku sudah terbiasa. Teriskaan, menyetrika artinya.
Aku menyelesaikan cucian piring cepat-cepat, lalu mengintip panci di atas kompor. Wangi masakan ikan itu menggoda. Tanpa tedeng aling-aling, mengambil piring, mengisinya dengan nasi dan dua potong ikan serta kuahnya, lalu melahapnya segera. Masakan Nyak benar-benar enak. Aku selalu percaya, makanan apa pun yang dimakan dengan penuh rasa syukur, akan terasa lebih nikmat. Apalagi gratis, tutup perkara.