ADDIVA
Hancur sudah image dia di depan semuanya, apalagi tadi dia teriaknya sangat kencang.
"Kok ada robot sih? Sialan, gue merinding," ucap Bara mengusap tengkuk kepalanya. Siapa yang tidak takut jika di dalam gedung kosong apalagi posisinya di hutan, tiba-tiba ada robot kecil yang bergerak.
"Bentar, ini ada suratnya," celetuk Nisa mengambil robot itu dari tangan Adit.
"Baca!"
"Banyak orang yang membenci aku, padahal aku tidak akan ada kalau kami tidak diciptakan dan tanpa aku deretan itu tidak akan lengkap," ucap Nisa lantang.
Hot Chapters