Tidak Akan Diremehkan lagi Oleh Kamu
Aku menatap matanya dengan teguh, "Perlu kuingatkan, tiga tahun lalu, saat kamu usir aku dari gedung pernikahan, kita sudah putus."
Mendengar kata "mengerti", saat ini aku teringat pada wajah Leandro.
Dia tidak pernah bilang apa-apa, tapi selalu ingat dengan jelas apa kesukaanku.
Aku suka aroma segar mawar tiap pagi, jadi dia tiap hari selalu meletakkan sebuket bunga di depan jendela.
Aku suka kopi susu, dia selalu mengingatkan sekretarisnya membuatkan kopi susu untukku.