Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
IBU YANG KAU BUANG

IBU YANG KAU BUANG

Pov Author Bu Ratmi melambaikan tangan pada anak-anaknya, dia baru saja pulang dari Tanah Suci. Setelah hampir satu setengah bulan dia menjalankan ibadah haji, kini dia telah kembali. Bu Ratmi berangkat ke Tanah Suci bersama dengan putra sambungnya. Dani menemani ibu sambungnya itu sebagai ganti Bu Risma, sang ibu kandung yang telah tiada dan belum mempunyai kesempatan untuk bertandang ke Tanah Suci. Sementara Nada berada di rumah, tidak bisa ikut dengannya, mengingat usia kandungannya yang sudah mendekati waktu lahiran. Tapi Nada tidak sendirian di rumah, Dina diminta Bu Ratmi untuk menemani menantunya itu. Dia takut jika terjadi sesuatu dengan Nada sementara sang suami tidak ada di rumah.
8.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi

“Erm, ngomong-ngomong, siapakah Anda ini, Dunsanak? Kami melihat Anda begitu lihai dalam bersilat.” “Aah, bukan siapa-siapa,” si Kumbang Janti mencoba tersenyum dan merahasiakan jati dirinya. “Aku pendekar rendahan yang kebetulan akan mengunjungi pelabuhan di Batang Kuantan.” “Aah, begitu ternyata,” si pria mengangguk-angguk. “Aku Suan,” ujarnya lagi, “dan istriku itu, Nilam.”
1074.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
Salah Pilih Istri

Salah Pilih Istri

teriak Saka, yang tiba-tiba sudah berada di hadapan kami. Dia menatap tak suka. "Sirik aja!" tukasku. "Ya Allah Hendra udah tua masih aja manja sama Ibuk. Awas sana." Mbak Santi datang langsung menggeser tubuhku dan duduk di samping Ibu. Aku hanya bisa mendengkus kesal. Kesal, tidak punya waktu lebih banyak dengan Ibu. Mereka selalu menguasai. "Sesekali loh, Mbak. Awas ah, ini Ibukku." Aku mencoba mendekat, tetap saja terhalang tubuh Mbak Santi.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

hardik hantu Ijah seraya mendorong bahu Laila. "Yeee jangan kepedean jadi kunti! Muka kamu aja rata gitu, gak ada mata, hidung, mulut, bisa-bisanya masih ngaku cantik," balas Laila. "Eh nanti juga kalau dia tancapkan paku cintanya padaku di sini, aku berubah jadi cantik!" Hantu Ijah menunjuk ke arah ubun-ubun kepalanya.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
BERNODA DILARANG JATUH CINTA

BERNODA DILARANG JATUH CINTA

"Ibu makasih ya bu, sudah menjadi wakil datang kemari." "tidak apa sayang, ibu senang bisa menemani kamu disini" "Anita ya Allah cantik banget sumpah, bener bener Pak Furqan itu beuhhh ,,,, udah ganteng Tajir ah pria Idaman, sekarang jadi Nyonya Askara yah,,, pasti banyak pelayannya nanti" ucap santi yang tidak bisa di rem karena girang pada sahabatnya itu.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
ISTRI GENDUTKU BERUBAH CANTIK

ISTRI GENDUTKU BERUBAH CANTIK

tanya seorang wanita paruh baya berhijab dan berkaca mata, tersenyum berbinar melihatku. "O--h ini Cinta Graciella mah." "Yang kamu ceritain tadi ya?" tanya wanita itu dengan menggenggam tanganku. "I--ya mah?" Erfan menggaruk puncak kepalanya yang tak gatal. "Tante, ada acara apa besok?" "O-h Erfan kan baru diangkat jadi Jaksa muda jadi kita ngadain pesta besar-besaran, untuk mengucap syukur, kalo bisa kamu datang nak, biar kita bisa lebih dekat."
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
Ibu Sambung Untuk Shanaya

Ibu Sambung Untuk Shanaya

Yang benar saja dia baru tau nama play ground ini persis seperti nama panti asuhan itu. "Oh," sahut Rizwan mulai salah tingkah. "Kau kira hanya dengan menggedongnya saja bisa membangkitkan nafsu makannya," sindir Isyana. "Lalu aku harus bagaimana?" sahut Rizwan muak. "Berikan padaku," pinta Shanaya. Rizwan terlihat bingung dengan ucapan wanita itu. Lantas dia memberikan mangkok kecil itu pada Isyana.
845 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
Dear Mantan Suami

Dear Mantan Suami

“Enggak apa-apa, nanti kita buat matanya yang baru di rumah ya. Mama juga bisa bikin lagi ikan buntal yang kayak gini.” Kenzi pun tersenyum mendengar ucapan dari Indira. Dia pun tidak sabar untuk segera pulang ke rumah. “Ayo, Ma, kita pulang.” Kenzi bersemangat masuk mobil bersama Indira. “Ikanku bagus kan, Tante?” “Iya. Nanti kita bikin yang banyak di rumah ya.” Sesuai perjanjian jika ada orang lain di antara mereka, maka Kenzi akan memanggil Indira dengan panggilan tante.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
Kelakuan Aneh Mertua dan Suamiku Saat Aku Pulang Kampung

Kelakuan Aneh Mertua dan Suamiku Saat Aku Pulang Kampung

ucapku. Hanifa langsung menyahut, "Memangnya ada Bapak ya, Bu?" "Ada. Kamu belum ketemu Bapak kan? Sana, mending cium tangan dulu ke depan!" usulku. Hanifa lebih manut. Ia ikut bersamaku ketemu bapaknya. "Eh, Hanifa. Kamu makin cantik ya sekarang," kata Kang Ikbal. Hanifa mencium tangan bapaknya.
9.54.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai ibu kian santang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status