Para Pencari Kunci
“Zaman sudah berubah. Toko buku banyak bangkrut, dompet penulis kering. Buku semakin dianggap sampah. Semenjak teknologi kita berkembang begitu drastis, minat baca masyarakat semakin bobrok. Andrea bisa mati kelaparan di rumah kalau aku terus menulis. Jadi aku mencari pekerjaan tambahan, mengembara ke tempat-tempat, lalu menerima pekerjaan sebagai tukang masak. Masakanku cukup oke. Jadi aku percaya diri. Lalu kudapati kabar bahwa Permainan Kunci akan dimulai.”
“Setelah dapat 100 juta?”
Hendro diam sejenak, berpikir. “Andrea sebenarnya sudah jadi kasir, tapi setelah kutawari soal Permainan Kunci. Dia setuju. Kami iseng-iseng mendaftar, dan tanpa sadar diterima. Soal Andrea hamil, tidak aku ma
Hot Chapters