Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

"Halo, Selamat datang." “Kak, mau pesan croissant toping merah putih, bisa?" ujarnya begitu sampai di kasir. “Buat lomba hias kue saat jelang tujuh belasan nanti,” bebernya pada Ria, sambil membuka map. Foto anak-anak dengan wajah belepotan krim tertempel rapi di sana. Qale mengangguk, kuota pesanan masih bisa dia penuhi. Toh, ada Ria yang siap lembur jika membludak.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 91 Times as ikan halo-halo
Read
+Library
Mbak, I Love You

Mbak, I Love You

Innara mencium aroma nikmat saat Halil mengeluarkan barang bawaannya dan tiba-tiba perutnya memberontak ingin diisi. "Apa itu?" Tanyanya seraya memutar tubuhnya dan melihat Halil yang tengah mengambil sesuatu dari bagian atas nakas di dapurnya. "Makanan yang tadi mbak lewatkan." Ucap halil dengan senyum jahilnya. Innara mengernyit bingung. "Iga bakar dan Soto Betawi." Ucap Halil seraya memindahkan makanan ke atas piring lebar dan mangkuk yang cukup besar. "Mau pakai nasi?" Tanya Halil seraya menunjukkan satu kepal nasi yang dibungkus kertas putih. Innara tanpa sadar menganggukkan kepala. "Kalo begitu, kesini Sayang. Kita makan sebelum makanannya dingin." Ucapnya dengan senyum tengilnya yang
1019.2K viewsCompletedAdded to Library 518 Times as ikan halo-halo
Read
+Library
Broken Wings

Broken Wings

Pengunjung yang ramai, serta warna-warni papan iklan dan papan nama toko, membuat daerah ini terasa begitu padat. Pilihanku jatuh pada sebuah restoran dengan tulisan "Halal" ditempel pada salah pintu kaca. Bagian atas pintu dihiasi tulisan Kanji yang cukup besar. Menu andalan mereka adalah wonton noodle, mie dengan kuah kaldu panas, cocok untuk cuaca dingin saat ini.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 245 Times as ikan halo-halo
Read
+Library
Sang Pewaris Tersembunyi

Sang Pewaris Tersembunyi

Hala berjalan keluar menggunakan bikini berwarna biru dan hanya kimono satin berwarna senada. Mata Dava mendelik kaget. Tiba-tiba saja ia kesulitan menelan salivanya. Ia sudah mengenal Hala sejak lahir, mereka bahkan besar bersama. Tetapi baru kali ini Dava melihat hampir seluruh kulit Hala.
1060.8K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as ikan halo-halo
Read
+Library
MY BASTARD BOSS

MY BASTARD BOSS

Keyland menaikkan sebelah alisnya, menatap nasi di piring dengan topping aneh di atasnya. “Kami memang menyebutnya nasi gila. Nasi yang ditambah dengan tumisan telur, sosis dan sayur,” terang Helena dengan tangan yang mulai mengaduk nasi miliknya. “Tenang saja, anda tidak akan menjadi gila hanya gara-gara makan itu.” Keyland tersenyum kecil, tatapannya berganti ke arah wanita itu. “Kau bisa membuat lelucon juga ternyata.”
1013.7K viewsOngoingAdded to Library 342 Times as ikan halo-halo
Read
+Library
Kenapa Bajuku Selalu Sama dengan Tetangga Baru?

Kenapa Bajuku Selalu Sama dengan Tetangga Baru?

Pov Ramon ["Halo, assalamu'alaikum, ya, Sayang, ada apa telepon Abang siang-siang?"] ["Abang ada di mana?"] ["Abang di mal, ada pameran. Kenapa? Mau pesan donat J*o yang ada di mal?"]
1090.2K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as ikan halo-halo
Read
+Library
The Vestige

The Vestige

“Sebagai imbalan yang tak seberapa, bawalan minyak gosok ini. Rasa panasnya akan membantu meredakan rasa nyeri.” Jalanan Handini memang tersohor dengan keramaiannya. Di sana sering didirikan pasar malam yang cukup menyegarkan hari. Pedagang keliling akan berdiam di sana selama beberapa waktu, menjajakan makanan yang masih mengepulkan asap. Sangat lezat, apalagi jika itu adalah cilok. Pilihan lain selain makanan murah, bersaus, dan kenyal adalah martabak. Martabak ada dua jenis, telur dan manis. Manis karena terdapat gula, mesis, atau keju di atasnya. Jika memilih martabak telur maka seluruh mulut akan berbau daun bawang, tetap lezat dan mengenyangkan.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as ikan halo-halo
Read
+Library
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

kata Dudung sambil membuka bungkus kecil dari kue bayi tersebut. Dudung dan Dian akhirnya duduk disana sambil makan beberapa kue bayi yang selalu disiapkan untuk keperluan bayi dan balita yang ada di Kampung Halimun, benda-benda seperti makanan dan minuman tampaknya tidak berubah, hanya bangunannya saja yang berubah dan suasana di sekitar kampung yang berubah menjadi menyeramkan ketika malam tiba. Sehingga, Dudung dan Dian bisa memakan makanan itu tanpa khawatir keracunan atau ada sesuatu hal yang mengerikan dari makanan yang mereka makan.
9.631.1K viewsCompletedAdded to Library 716 Times as ikan halo-halo
Show Reviews (22)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Read All Reviews
KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO

KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO

Seorang panitia menyerahkan goodie bag berisi snack warna merah jambu dengan tampilan potongan-potongan kentang berbentuk love yang terlihat menggoda. “Terimakasih.” Dahlia menerima dua pacs snack yang masih dihiasi pita biru berbentuk bunga. Tangan Aditya langsung menyambar dan memperhatikan segala sisi kemasan itu. “Bagaimana mereka bisa mendapatkan sertifikat halal dalam waktu singkat? Sebenarnya kapan produk ini disiapkan? Lalu apa tujuan mereka memenuhi tawaran kerjasamaku tempo lalu? Aku belum bisa mencernanya Dahlia,” lirih Aditya membolak-balik bungkus snack itu.
1057.3K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as ikan halo-halo
Read
+Library
Another Maze

Another Maze

** Di sebuah desa kecil. Beberapa penduduk Hallovach tampak berlalu lalang, sibuk menjalankan aktivitas layaknya masyarakat pada umumnya. Penampilan fisik mereka jauh berbeda dengan manusia bumi. Kulit tubuh mereka putih pucat, wajahnya bercahaya, seluruh matanya hitam dan memiliki sebuah insang di kepala. Mereka berdagang, berkebun, dan bersosialisasi. Namun, tiap langkah kaki mereka berjalan, sama sekali tak terdengar bunyi apa pun. Pandangan mata Hans tampak berbinar-binar, dia tak berhenti melirik para penduduk Hallovach yang berjalan berpapasan dengannya.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as ikan halo-halo
Read
+Library
PREV
1234569
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status