Bukan Pernikahan Impian
"Iya, Sayang. Aku bahagia, sangat bahagia. Saking bahagianya, sampai tak bisa diucapkan dengan kata-kata."
Bagi Vina mungkin malam pertama mereka sangat mengecewakan, tapi bagi Abra itu prestasi yang patut dibanggakan. Setelah lebih dari dua tahun menderita impoten, akhirnya kini dia menjadi lelaki seutuhnya. Dia bisa menunaikan kewajibannya, memberi nafkah batin Vina. Apa itu bukan membanggakan.
"Terimakasih, Sayang."
Hot Chapters