Luka Cinta Aluna
Sanggah Aluna, leher bergerak ke kiri dan ke kanan, gerakkan tubuh yang membantah dugaan Fatma.
“Ihhh, Aluna tidak waras. Senyum-senyum dengan buku,” sahut Fatma menjahili Aluna.
“Tidak, Fatmaa! Siapa juga yang terseyum dengan buku? berhenti ganggu aku!” ucap Aluna, memukul pelan lengan Fatma meggunakan polpen.
“Hhhsss! Berisik!” tegur salah seorang lelaki, di belakang Fatma.
Saat ini mereka sedang berada di Perpustakaan. Semua orang terdiam fokus dengan buku yang sedang dibacanya. Sedikit terdengar suara, pasti akan mengganggu konsentrasi orang lain.
Hot Chapters