Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Takdir

Takdir

berfikir bagaimana caranya agar manusia aneh ini pergi dari hidupnya. "Gak usah mikir gimana caranya biar gue gak deket deket lagi. Percuma." Aqilla kaget kenapa Maxime bisa tahu isi hatinya jangan-jangan cenayang. "Gue bukan cenayang, dari ekspresi lo gue bisa baca." Aqilla diam saja. Ini dunia berasa milik berdua kali ya batin Ascraf. "Duh orang kalo lagi bucin tuh emang suka gitu ya?" tanya Ascraf pada cash.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as indecision
Read
+Library
Persimpangan Pilihan

Persimpangan Pilihan

“Aku kira mencintai itu adalah hal yang mudah, semudah aku jatuh cinta sama mereka berdua. Ternyata.. yang paling mudah itu adalah memilih” “Sudah mulai sadar sekarang?” “Tapi, aku masih belum mau memilih sekarang” “Astagaa… mau nunggu kamu capek yang model gimana lagi biar kamu mau pilih di antara mereka?” “Entahlah.. sekarang aku ngerasa bersalah banget sama Robby sikap dia berubah banget” “Kalau dengan Ifan?” “Aku juga nggak tahu, bisa dibilang aku lagi marah sama dia gara-gara ada perasaan yang belum selesai"
106.8K viewsCompletedAdded to Library 238 Times as indecision
Read
+Library
Difficult

Difficult

tanya Leo penasaran, “jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan perasaan saja, banyak hal yang harus dipertimbangkan.” “Memang, kamu masih muda dan bisa menjalani hidup lebih panjang, mencari pasangan yang sesuai bukan aku yang seorang janda dan tidur dengan pria lain.” Putik menatap Leo dengan tatapan lelah, “bekerja di tempat kamu adalah langkah awal mendapatkan kehidupan yang baik, kedatanganmu yang tiba-tiba melamar membuat pikiran dan hatiku kacau. Kita banyak perbedaan dan saat kamu serta mama kamu meyakinkan semuanya membuatku mengambil keputusan menerima lamaran, tapi nyatanya...”
6.7K viewsCompletedAdded to Library 167 Times as indecision
Read
+Library
Hampir Hilang Karena Penasaran

Hampir Hilang Karena Penasaran

Dan untuk sesaat, ia hampir memilih karena tidak ada konsekuensi langsung yang bisa ia tunjuk. Ia menarik napas, pendek. Bukan untuk menenangkan diri, tapi untuk memastikan ia masih hadir. Ia menghitung detik, bukan sebagai teknik, tapi sebagai pengingat bahwa waktu sedang bergerak—dan keputusan kecil selalu menempel pada waktu yang bergerak. Ia tidak berkata tidak. Ia juga tidak berkata ya. Ia mundur setengah langkah. Bukan karena takut, tapi karena ingin memastikan bahwa keputusan apa pun yang diambil nanti benar-benar miliknya, bukan hasil kelelahan yang diberi nama rasional.
542 viewsCompletedAdded to Library 10 Times as indecision
Read
+Library
Misunderstanding

Misunderstanding

Garis dua muncul dari test pack yang masih berada di tangan, membuat tubuh Ara merosot dan terduduk lemas di sisi pembaringan. Ara menangis tanpa bisa ditahan. Dia tidak habis pikir, bagaimana bisa Saga melakukan itu kepadanya? Segala rencana untuk mewujudkan cita-cita seakan hancur begitu saja karena Ara baru saja menyadari kehamilannya. Haruskah dia memberi tahu Saga? Jika tidak, bagaimana dia akan membesarkan bayi itu sendirian? 🤍🤍🤍
103.2K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as indecision
Read
+Library
A Choice

A Choice

Tapi, bukankah itu akhirnya tetap saja masalahnya karena keputusan Alice untuk tetap bersama dengan Zidan atau putus akan berdampak padanya dan Davin? Pertanyaan-pertanyaan itu terus terngiang dalam kepala Lisa. Dilemanya itu membuatnya sering melamun sejak tadi pagi hingga sekarang istirahat. Pikiran-pikiran yang membuatnya dilema itu sungguh mengganggunya, ia tidak bisa melupakan pikiran-pikiran itu begitu saja karena itu tetaplah sebuah masalah. "Apa ada masalah?" Destiny yang sedang makan di depannya pun akhirnya bertanya, melihat Lisa yang sedari tadi melamun mengaduk-aduk es tehnya dan sama sekali belum meminumnya.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as indecision
Read
+Library
Kesendirian

Kesendirian

Prolog : Setelah hujan reda kami lanjutkan perjalanan untuk pulang dan aku langsung masak makanan favorit anak kost adalah ‘indomie seleraku.’ Malamnya kembali hujan rintik-rintik datang dan membasahi teras halaman kost ku, petir yang begitu kuat, dan tiba-tiba lampu padam dan aku kesulitan untuk mencari lilin. Berharap lampu akan menyala malam ini tapi hampir 2 jam, belum nyala juga. Aku hampir terlelap dan hujan juga mulai redah dan esok pagi aku bangun kesiangan karena lelahnya semalaman. Karena aku bangun kesiangan dan akhirnya aktivitas menjadi tidak terlaksanakan. Aku kesal dan ingin memarahi diri sendiri karena terlanjur bangun kesiangan dan hanya bisa rebahan tapi sepertinya dia tak
102.3K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as indecision
Read
+Library
Pilihan yang Menghancurkan

Pilihan yang Menghancurkan

Aku perlahan mengangkat kepala dan menatap wajah yang dulu membuatku tergila-gila. Sekarang … melihatnya saja membuatku muak. "Kamu harus mulai dengan mengatakan Kayla yang mengkhianatimu!" kata Selena tergesa. "Katakan dia bersekongkol dengan musuh kita!" Nadya melangkah maju. "Selena benar. Keluarga Pradipta sekarang cuma satu orang. Apa yang bisa dia lakukan?" "Yang paling penting adalah menyelamatkan reputasi kita. Menikahi Selena adalah langkah yang tepat."
25.7K viewsCompletedAdded to Library 975 Times as indecision
Read
+Library
Remorse

Remorse

Tak ada hal istimewa yang mampu membuatnya tertawa. Di pagi hari yang cerah dengan terik matahari yang bersinar terang tanpa peduli akan keadaannya. Cuaca hari ini sangat bertolak belakang dengan perasaannya. Nadya hanya duduk terdiam di kursi pojok ruangan. Tak henti-hentinya pikiran tentang Frida dan Rangga berkeliaran di kepalanya akhir-akhir ini. Entah itu karena benci ataupun merasa bersalah. Sebenarnya dia bukanlah sosok yang bisa membenci orang lain hanya karena hal sepele seperti ini. Mungkin saat ini Nadya masih bingung harus bersikap seperti apa.
103.2K viewsCompletedAdded to Library 83 Times as indecision
Read
+Library
Seadanya

Seadanya

susah nggak usah sok - sok an kuliah ini kampus paling elite. Pasti kamu anak beasiswa, kalian semua dengar, capek - capek kita kuliah bayar mahal - mahal cuma buat biayain mereka anak - anak beasiswa yang nggak punya modal"Hina kating tersebut kepada erika, sungguh hari terburuk untuk erika tanpa erika sadari itulah awal dari hinaan dan olokan yang ia terima sampai saat ini beruntung erika sudah terbiasa dan hanya mengangap itu semua perjuangan untuk kehidupan yang lebih baik. Erika berpikir dirinya diam bukan berarti kalah tapi ia sedang berjuang agar tidak menyerah namun sekarang erika sadar mendiamkan itu semua justru membuat dirinya terlihat lemah yang justru semakin dipandang rendah
102.6K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as indecision
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status