Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Remorse

Remorse

Tak ada hal istimewa yang mampu membuatnya tertawa. Di pagi hari yang cerah dengan terik matahari yang bersinar terang tanpa peduli akan keadaannya. Cuaca hari ini sangat bertolak belakang dengan perasaannya. Nadya hanya duduk terdiam di kursi pojok ruangan. Tak henti-hentinya pikiran tentang Frida dan Rangga berkeliaran di kepalanya akhir-akhir ini. Entah itu karena benci ataupun merasa bersalah. Sebenarnya dia bukanlah sosok yang bisa membenci orang lain hanya karena hal sepele seperti ini. Mungkin saat ini Nadya masih bingung harus bersikap seperti apa.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 80 Times as indecision
Read
+Library
Seadanya

Seadanya

susah nggak usah sok - sok an kuliah ini kampus paling elite. Pasti kamu anak beasiswa, kalian semua dengar, capek - capek kita kuliah bayar mahal - mahal cuma buat biayain mereka anak - anak beasiswa yang nggak punya modal"Hina kating tersebut kepada erika, sungguh hari terburuk untuk erika tanpa erika sadari itulah awal dari hinaan dan olokan yang ia terima sampai saat ini beruntung erika sudah terbiasa dan hanya mengangap itu semua perjuangan untuk kehidupan yang lebih baik. Erika berpikir dirinya diam bukan berarti kalah tapi ia sedang berjuang agar tidak menyerah namun sekarang erika sadar mendiamkan itu semua justru membuat dirinya terlihat lemah yang justru semakin dipandang rendah
102.5K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as indecision
Read
+Library
DISENTUH TANPA CINTA

DISENTUH TANPA CINTA

Baginya sekali didustai tidak ada maaf bagi para pengkhianat. "Bukan pelayan." Bapak Edi menggeleng lemah. "Lalu?" cecarku masih diliputi keinginan tahuan. Bapak Edi mendesah resah. "Semoga ini hanya salah paham biasa," ujarnya serius memindai. Binar mata yang tidak bisa kubaca. Raut mukanya terlihat sendu. Ada juga gurat kekecewaan yang kutangkap pada tatapan itu. Tapi, kenapa?
1057.8K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as indecision
Read
+Library
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

“Kamu tidak punya pendirian. Kamu tidak tahu mana yang kamu mau. Kamu tidak bisa memutuskan karena terlalu banyak pertimbangan hingga selalu berada dalam kebimbangan. Kamu baru akan memutuskan kalau sudah ada yang menekan. Seperti dulu saat Papa memintamu untuk memilih, kamu terus mengulur waktu hingga akhirnya melibatkan Mbak Zahra. Dia yang menekanmu hingga akhirnya kamu membuat keputusan. Apa saat itu kamu berpikir dengan kepala dingin? Apa saat itu pikiranmu tidak kalut? Apa saat itu kamu baik-baik saja? Jelas tidak! Kamu membuat keputusan saat berada dalam kebingungan. Itulah sebabnya, hingga detik ini kita masih terus berkubang di tempat yang sama! Lalu, sekarang kamu memintaku menunda
1017.3K viewsOngoingAdded to Library 346 Times as indecision
Read
+Library
Choice

Choice

Maya mengelus lembut kepala Ardi. Mereka berpisah di depan lobby tower apartemen yang Maya tinggali. Malam itu Reihan tidak bisa tidur. Dia memikirkan Maya. Haruskah dia menyampaikan hal menyakitkan itu ke Maya? Tapi bukankah sama saja dia ikut campur urusan orang? Lalu bila tidak disampaikan bagaimana kehidupan Maya ke depannya? Hingga jam menunjukkan pergantian hari, dia belum bisa memutuskan. ***** ***** *****
101.8K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as indecision
Read
+Library
Konspirasi

Konspirasi

Ini untuk 21 + Harap bijak dalam memilih bacaan . . . Diana membuka mata dalam keadaan linglung, kemudian matanya berkeliling mengedarkan sejumlah pertanyaan “apakah ini kematian? Kenapa tidak ada orang yang mendoakan aku?” diana mulai merasakan pusing dan merasakan sesuatu yang sangat aneh. Tubuhnya terasa panas dan sesuatu dibawah sana terasa berdenyut. Diana merentangkan kedua tangan untuk menggeliat, tak sengaja membuat sesuatu yang berada di sampingya jatuh kelantai dan mengeluarkan suara gedebugh.
9.96.1K viewsOngoingAdded to Library 181 Times as indecision
Read
+Library
Contradiction

Contradiction

Rasa bimbang dan ini amat salah, semakin menyerangnya. Ya, gagal dan berakhir ingin egois lagi. "Kenapa rumit sekali sih?" Aruna tersenyum getir.
106.0K viewsOn holdAdded to Library 226 Times as indecision
Read
+Library
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

dan masih banyak lagi alasannya. Dan yang terakir adalah tipe orang yang suka cari-cari barang yang tidak ada di toko. Ini juga menyebalkan. Sudah pilih-pilih. Nyuruh-nyuruh ambil ini ambil yang itu. Lihat-lihat stok warna yang ada. Dia malah pilih warna yang tidak ada. Udah cape-cape naik turun kursi untuk ngambil baju yang letaknya tinggi. Ujung-ujungnya bilang, "yah... padahal bagus. Sayang ngga ada warna merah nya yah." Akhirnya mereka tidak jadi beli.
104.4K viewsCompletedAdded to Library 146 Times as indecision
Read
+Library
Mistake

Mistake

"secentil centilnya gue sama cewek gue gak akan ngebiarin lo masuk dalam pilihan. jadi tenang aja gue pasti pilih lo" "lo tau hal apa hang paling gue benci di dunia ?" tanya thea dan membuat adriell mengelengkan kepalanya. "sebuah pilihan. gue benci di pilih dan gue benci memilih . gue mau ngejalanin hidup dengan aturan gue , gue mau hidup dengan kebebasan gue tanpa harus memilih atau di pilih . mau sama gue ayo , gak mau sama gue ayo. tapi di sini gue hidup dalam pilihan. milih lo dalam untuk hadir dan melukis warna di hidup gue".
8.712.0K viewsCompletedAdded to Library 334 Times as indecision
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status