Terjerat Obsesi Kakak Ipar
“Tempat di mana orang dilihat. Karyanya, ceritanya, jiwanya. Bukan hanya produk yang dihasilkan tangannya.”
Mereka terdiam lagi, tenggelam dalam pikiran masing-masing. Peristiwa beberapa hari terakhir mengalir seperti sungai di benak mereka—ketegangan, kecemasan, ledakan emosi, dan akhirnya, ketenangan yang tiba-tiba ini. Rasanya seperti setelah badai besar, ketika bumi beristirahat, dan udara terasa jernih serta segar untuk pertama kalinya.
“Apa yang akan kita lakukan besok?” tanya Isabella setelah beberapa lama.
Hot Chapters