Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

Dia bergumam, "Banyak juga ya yang jual daging di sana. Bakal lama nih." "Ya namanya juga usaha 'kan. Di sana tuh yang punya ternak banyak banget." * Pintu rumah baru saja dibuka oleh Sagara yang kembali dari kantor polisi. Dia disambut Caraka yang kebetulan sedang menonton TV di ruang utama dan sedang menghabiskan waktu kosong. Pandangannya ke pintu sebentar untuk mencari tahu siapa yang baru masuk ke dalam, namun begitu tahu orangnya dia langsung memalingkan muka ke arah semula.
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai isekai petani
Baca
+Pustaka
Petaka Satu Malam

Petaka Satu Malam

"Aku juga ketemu sama Taki. Masih inget kan?" "Taki? Yang anak Jepang itu?" "Iya. Giliran Taki langsung gercep ya? Nyantol aja." Sarah tertawa. "Ya gimana, dia cinta monyetku." "Sst ... dia udah punya cewek." "Eh, beneran? Anak mana? Wah ... patah hati nih," ujarnya tertawa. "Karyawan sua ... emm, itu sekantor sama Satrio," hampir saja keceplosan.
8.715.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 556 kali sebagai isekai petani
Baca
+Pustaka
Kekasih Simpanan

Kekasih Simpanan

kata Tuan Igan sambil mengambil nasi goreng miliknya. "Siap, Tuan Igan," sahut Becca dengan senyum manisnya. Tak menunggu lagi, Becca langsung menyantap sepiring nasi goreng petai favoritnya. Tuan Igan hanya tersenyum geli melihat Becca. "Haiss cantik-cantik kok ya doyan petai," ucapnya menahan tawa. "Cantik sama petai itu memang saling berkaitan. Menurutku petai itu akan membuat kulit lebih bersinar jadi otomatis membuat tambah cantik," kata Becca dengan mulut penuh mengunyah makanan.
8.214.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai isekai petani
Baca
+Pustaka
Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh

Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh

Jimmy memberi alasan dan menyakinkan Agnisa. Percakapan mereka terhenti ketika seorang pekerja lari tergopoh-gopoh menemui Agnisa. “Nona, ada sapi di peternakan yang mengamuk, apakah kami boleh melumpuhkannya? Sepertinya kita tidak akan bisa menyelamatkannya,” pekerja itu meminta izin. Agnisa bangkit dari tempat duduknya dan meminta penjelasan dari pekerjanya. “Bagaimana bisa mengamuk? Apa yang terjadi?”
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai isekai petani
Baca
+Pustaka
The Good Antagonist

The Good Antagonist

ujar Stevan "Main tebak-tebakan yu." ucap Elisa mengalihkan topik. "Gak" "Yu seru kayaknya" "Hm" "Yu" "Binatang apa yang warna pink? " tanya Elisa "Babi" ucap Rafli "Salah" "Ikan" ucap Stevan "Salah" "Burung" ucap Samudra "Salah" "Cacing" ucap Lova "Salah" "Nyerah deh gue apa jawabannya." ucap Dewa
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai isekai petani
Baca
+Pustaka
Istri Mungil Milik Tuan Tanah

Istri Mungil Milik Tuan Tanah

“Kami merasa tercekik karena perawatan bertani yang semakin mahal. Gaji kami hanya numpang lewat! Dan bukan itu saja satu-satunya masalah yang kami hadapi! Jangan tutup mata, Pak Bara! Beri kami jalan keluar!” Suara itu berangsur semakin jelas terdengar kala Nesa berjalan memunggungi Mbok Dami, meninggalkan perempuan berdaster itu menuju kerumunan petani yang terlihat mengibaskan spanduk dengan semangat. “Mbak Nes! Kita ke dalam dulu, panggil Mas bos!” Nesa menghiraukan teriakan di belakangnya. Dia terus menyeret kakinya ke hadapan wajah orang-orang yang terlihat kesal.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai isekai petani
Baca
+Pustaka
Pendekar Rajawali Dari Andalas

Pendekar Rajawali Dari Andalas

Beberapa orang para petani tampak hentikan pekerjaanya, saat melihat beberapa orang berkuda datang menghampiri persawahan tempak mereka memanen padi itu. “Kalian kah yang memiliki persawahan dan mendiami pemukiman di sana?!” Tanya Sepasang Setan Bukit Geni pada para petani sambil menunjuk ke arah pemukiman yang ia singgahi tadi. “Benar, kalian siapa?” Jawab salah seorang dari petani yang memang tidak mengenal Sepasang Setan Bukit Geni dan pengikutnya itu.
1026.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 977 kali sebagai isekai petani
Baca
+Pustaka
Dijodohkan Dengan Petani Tampan

Dijodohkan Dengan Petani Tampan

cecarnya kepadaku. “Hmm ... aku akan dijodohkan ayahku dengan pria pilihannya.” “Dan kau tahu siapa pria itu? Dia adalah seorang petani kampung. Jelas aku tidak bisa menerimanya,” jelasku pada Aretha. “Apa kau pernah bertemu dengan pria itu?” tanya Aretha kembali. “Tidak! Aku tidak pernah bertemu dengannya. Bahkan aku tidak ingin bertemu dengannya,” tukasku.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai isekai petani
Baca
+Pustaka
Upik Abu dan Bola Cahaya

Upik Abu dan Bola Cahaya

Tikus itu menggerak-gerakkan kepalanya seolah bingung dengan pertanyaan Upik. "Aku sudah mengalami penderitaan seumur hidupku, kenapa lama sekali aku menemukanmu?" "Mungkin itulah kehendak yang kuasa, pasti ada rencana yang sangat menakjubkan di balik ini semua." *** Di Peternakan milik pak Bowo, meski masih diselimuti suasana duka, para Pekerja masih melakukan aktifitas seperti biasanya. Membagikan pakan ayam dan membersihkan kandang seperti biasa.
104.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai isekai petani
Baca
+Pustaka
OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU

OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU

“Saya mau menemui Saka di kebun.” Gatel juga nih cewek. “Kenapa tidak tunggu pulang saja? Atau mbak mau bantu panen pete?” “Bukan bantu panen, tapi membantu Saka memasarkan hasil kebunnya. Ngomong-ngomong kamu siapa?” “Saya istrinya,” jawab Ica tenang, tapi sepertinya punya efek yang hebat untuk wanita di depannya itu. “Istri? Jangan ngaco Saka tak mungkin menikah dengan-“
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai isekai petani
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status