Istriku Teman Anakku
Aldi makin tak enak hati, saat masuk ke kamar, lemari pakaian Atiqah sebagian kosong.
Saat itulah dia melihat ada sebuah surat di atas meja, dekat ranjang dan Aldi hanya bisa terduduk lesu, tak bisa berkata-kata lagi.
Dengan tangan bergetar dia membaca surat istrinya.
“Sayang, aku pergi menenangkan diri, tak usah mencariku dulu, tadi pagi papamu ke sini, intinya beliau tak merestui hubungan kita. Aku paham, papamu masih kesal denganku, dia mungkin kaget, kok bisa-bisanya kita kini berstatus suami istri. Tapi kamu jangan marah pada papamu, wajar saja, beliau ingin mantu terbaik, jaga diri yaa, jangan tinggalkan ibadah, kamu suamiku dan juga cintaku selamanya.”