MAWAR
Nico berdehem sebentar lalu mengangkat panggilan itu, bertepatan dengan matanya melihat sosok Dito yang melangkah memasuki ruangan makan.
"Halo, Nic?"
Nico meregangkan dasinya, yang terasa mencekik. Padahal tadi ia merasa baik-baik saja.
"Ya," jawabnya.
"Maafkan--...
Nafas Nico tercekat. "Apa yang mau kau katakan, langsung saja,"
Terdengar helaan nafas di sebrang sana. "Istrimu tadi mengalami kejang, kondisinya sekarang sedang memburuk,"