Pelakor Sukses
Amir yang baru saja turun dari mobil menghampiriku di toko.
"Iya, Mir, biar sukses. Mbak udah kenyang dengan hinaan di masa lalu," candaku yang disambut gelak tawa oleh pria yang kini sudah bekerja di sebuah perusahaan besar dengan jabatan lumayan tinggi.
"Kamu juga gitu, Mir, kerja yang benar, biar nanti gak dipandang rendah sama wanita. Apalagi pas nikah dengan cewek yang cukup berada. Entar gelar Mbak yang dibilang sukses karena menikahi pria tajir jadi pindah ke kamu," kataku sambil sibuk menata barang di etalase.