Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jangan Salahkan Aku Mencintainya

Jangan Salahkan Aku Mencintainya

Akan tetapi, di sudut jalan kecil dekat taman kota, Cafe Jasmine berdiri seperti ruang waktu yang terpisah dari hiruk-pikuk itu. Jam dinding menunjukkan pukul delapan tepat ketika Naren mendorong pintu kaca kafe tersebut. Bel kecil di atas pintu berdenting pelan. Aroma kopi pahit dan bunga melati yang menjadi ciri khas tempat itu menyambut indera penciumannya. Cafe Jasmine tidak ramai. Hanya ada tiga meja yang terisi, dua diantaranya oleh pasangan lansia yang tampak menikmati pagi dengan sunyi, dan satu lagi oleh seorang pria berusia sekitar lima puluh tahun yang duduk membelakangi jendela.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai japanese coffee shop
Baca
+Pustaka
Paman Untuk Ibuku

Paman Untuk Ibuku

Gumamnya pelan. Sebastian menyerahkan ponsel itu kembali. “Perusahaan apa itu?” “Dari yang saya dengar dengan kabar yang beredar di internet, Perusahaan Bramana Group membuka beberapa cabang bisnis dari Indonesia. Seperti Diaspora dan juga Kuliner Pak. Dan ada berbagai macam cafe kuliner yang terbuka di berbagai macam daerah Jepang. Seperti Cinta Jawa Cafe, tempatnya ada di Omnya dan juga Saitama. Mahameru Coffee, sebuah kedai kopi yang menjual produk Indonesia di Okubo, Tokyo. Dana masih ada banyak lagi Pak.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai japanese coffee shop
Baca
+Pustaka
BE WITH YOU

BE WITH YOU

Aku ikut turun dengan tanpa sekali pun memalingkan pandangan dari pintu tempat itu. “Ini tempat makan? Atau?” Melangkah lebih dekat aku bisa melihat ada deretan meja dan kursi seperti cafe pada umumnya. Tapi yang menarik adalah kehadiran kucing yang jumlahnya tidak hanya satu atau pun dua ekor. Manee menarik lenganku, mengajakku masuk. “Ini cat cafe. Kalau di Jepang udah tersebar di mana-mana. Di sini lagi musim juga. Di Indonesia ada juga?”
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai japanese coffee shop
Baca
+Pustaka
Roommate with Benefits

Roommate with Benefits

Ada beberapa restoran dan kafe yang buka sebelum mereka tiba di ruang tunggu. “Mampir ngopi dulu gimana?” Ada outlet Perkara Segalanya Coffee yang buka di sana rupanya. “Boleh. Oh ya… kita udah tinggal beberapa bulan di Jakarta kenapa kamu nggak ngajak aku mampir ke kafenya Agnia, sih? Kan aku jadi kangen sama dia.”
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai japanese coffee shop
Baca
+Pustaka
Tak Kusangka Istriku Presdir

Tak Kusangka Istriku Presdir

Ia mengingat raut wajah Lian saat tersentak dengan ucapannya tadi. Suara lonceng terdengar saat membuka pintu sebuah kafe bernama Jasmine Coffeeshop and Bakery. Interior dan propertinya bernuansa khas bohemian. "Melly ...." Suara panggilan yang tidak asing didengar berasal dari seseorang yang berdiri sudut kafe. "Aaahh Lisa, aku kangen bangeeet!"
1045.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai japanese coffee shop
Baca
+Pustaka
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

Bukan karena kuat seperti yang orang kira, Zahra memilih memeluk luka sendirian karena sadar betul tidak ada gunanya menjual air mata kemana-mana. Tidak lama, mereka sudah sampai di salah satu kafe dengan konsep Jepang yang sangat kental. Beruntung tempat itu tidak terlalu ramai meski bertepatan dengan jam makan siang. Pesanan mereka datang sepuluh menit kemudian. Rika tampak sangat senang dan tidak berhenti menceritakan apapun tentang kegiatannya di sekolah.
1017.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 621 kali sebagai japanese coffee shop
Baca
+Pustaka
Asisten Pribadi Tuan Muda

Asisten Pribadi Tuan Muda

Jalanan memang ramai dengan kendaraan, tetapi Mita banyak memperhatikan tempat kerjanya dulu yang berada di sebrang. DEE'ana Cafe terletak tepat di depan kantor Miyora dan menjadi tempat yang sering dia kunjungi untuk membeli kopi bosnya. Ah jika terus melihat kantor Miyora, Mita jadi ingin terus berkelana di masa lalu. Dia pun menghela nafas dan mengalihkan pandangan. Beberapa orang tampak sedang mengantri dan beberapa meja yang tadi kosong mulai terisi. Mita memperhatikan jam analog di layar ponselnya. Sudah jam setengah dua belas, pantas saja cafe mulai ramai.
9.4129.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai japanese coffee shop
Baca
+Pustaka
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

"Nah, ini adalah bonus dari cafe kami, Tuan, Nona." Salah satu dari mereka mengeluarkan Mochi ice cream merupakan dessert paling enak khas Jepang yang merupakan adonan dari tepung beras ketan yang kemudian diberi isian es krim berbagai macam rasa. Kue mochi ini dibuat dari beras ketan yang ditumbuk hingga padat yang kemudian dibentuk bulat. Cafe yang dipilih Marvel adalah cafe khusus masakan mancanegara. Jadi tak heran, semua nama menunya bukanlah bahasa Indonesia.
1047.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai japanese coffee shop
Baca
+Pustaka
White Love

White Love

Mentari berhenti di sebuah cafe kecil yang ia lewati untuk beristirahat sejenak. Suasana cafe yang hijau dengan aneka tanaman hias membuat Mentari tersenyum. Ia memilih duduk di bangku paling belakang dekat jendela setelah memesan beberapa cemilan dan secangkir kopi. Interior cafe yang memiliki beberapa ornamen khas Jawa mengingatkan Mentari kepada Jaka. Lelaki yang telah ia kecewakan. Aroma roti panggang dan kopi capucino menguar hingga ke hidung. Membuat Mentari menelan saling untuk beberapa kali. Suara bunyi perut kosong pun turut membuat gadis itu semakin terlihat kelaparan.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai japanese coffee shop
Baca
+Pustaka
GAMBAR SUAMIKU DAN SELINGKUHANNYA DI BALIHO RAKSASA

GAMBAR SUAMIKU DAN SELINGKUHANNYA DI BALIHO RAKSASA

“Ada di proposal bisnis. Gampanglah nyarinya. Direktur PT. Usah Kau Kenang Lagi.” “I-Iya. Ada apa, Jei?” “Emm. Mau tanya, tahu di mana café yang buka 25 jam sehari?” ujar Jei. “Tapi sehari hanya 24 jam, Jei.” “Maksudku itu, 24 jam.” “Café Jangan Cinta di pinggir danau sipin, Jei.” “Itu di mana, bisa tunjukkan arahnya dari kantorku?”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai japanese coffee shop
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status