Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO

Saya Tiba-tiba Menjadi Ibu Anak CEO

"Ini adalah larutan nutrisi. Setelah kamu sadar dan sudah bisa makan, kamu tidak perlu diinfus lagi. Aku akan membantumu melepaskan infusnya. Kamu tahan sedikit, ya." "Oke." Samuel lumayan ahli dalam melepaskan jarum infus. Cintia tidak merasa sakit sama sekali. Samuel membantu Cintia menekan posisi bekas infusan itu beberapa saat. "Sudah cukup," desak Cintia. "Itu adalah jarum infus, harus ditekan beberapa saat." "Aku tidak tahan lagi." Hampir saja Cintia mengompol. Seakan baru menyadarinya, Samuel segera meminta Cintia untuk menekan bekas jarumnya dan langsung menggendongnya menuju toilet.
9.7149.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai jarum infus
Baca
+Pustaka
The New Man (Manusia Baru)

The New Man (Manusia Baru)

Membuka lemari paling atas akhirnya yang dicari dapat ditemukan. "Akhirnya saya menemukan obat bius, saya akan membawa tiga jarum bius. Semoga ini mempunyai efek ke manusia terinfeksi untuk melemahkan. Berjuanglah Hans!" Menyemangati diri sendiri, membawa peralatan yang dibutuhkan di dalam saku celana dengan senjata statif infus.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai jarum infus
Baca
+Pustaka
Who Am I (Bahasa Indonesia)

Who Am I (Bahasa Indonesia)

Tapi gamasalah deh daripada pake baju rumah sakit. Diambilnya jaket tersebut, kemudian dikenakannya. Dia melihat pergelangan tangannya, jarum infus tertanam di kulit mulus putri konglomerat tersebut. Dengan ragu-ragu dia menarik jarum-jarum yang ada di sana. "Awwwww!" pekiknya. "Akan aku tuntut rumah sakit ini karena tidak memperlakukan pasien dengan baik."
107.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai jarum infus
Baca
+Pustaka
TERPAKSA MEMBIAYAI PESTA PERNIKAHAN ADIKKU

TERPAKSA MEMBIAYAI PESTA PERNIKAHAN ADIKKU

“Zara! Ya Allah, kamu kenapa, Nak? Bangun, Sayang! Sadar, Nak! Ini Ibu datang, Sayang!” Mega begitu histeris saat dirinya baru saja tiba di ruang ICU, tepatnya di bilik perawatan tempat Zara mendapatkan tindakan medis yang intensif. Tangan kanan dan kirinya dipasangi infus dengan banyak selang-selang yang terhubung ke sebuah alat bernama infus pump. Pada infus pump tersebut, ada beberapa obat-obatan yang dimasukkan demi menolong nyawa Zara.
827.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 648 kali sebagai jarum infus
Baca
+Pustaka
Istri Baru Untuk Om Duda

Istri Baru Untuk Om Duda

“Lewat infus.” Alena mengangguk. Ia melangkah mundur setengah langkah, berdiri di sisi lain ranjang, matanya tak lepas dari wajah Aziz. Jarum disesuaikan, cairan bening mengalir perlahan melalui selang intravena. Aziz sedikit meringis, lalu kembali diam. Beberapa menit berlalu. Efek obat bekerja cepat.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai jarum infus
Baca
+Pustaka
Nafsu Sesaat Dibayar Penyesalan

Nafsu Sesaat Dibayar Penyesalan

Seorang perawat yang memakai masker berjalan masuk. "Pak Noah, waktunya Bu Ashley diinfus." Perawat itu membuka alat infus, lalu mengambil jarum tajam dan menusukkannya ke punggung tangan Ashley. Namun, jarumnya tak masuk ke pembuluh darah. Dia mencabut jarum berdarah itu, lalu menusukkan lagi. Ashley menahan sakit hingga alisnya berkerut. Punggung tangannya pun memar.
8.348.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai jarum infus
Baca
+Pustaka
Tertawan oleh Don Mafia

Tertawan oleh Don Mafia

Tepat di kamarnya sendiri. "Tekanan darah Anda turun drastis. Hipoglikemia dan dehidrasi ringan akibat stres emosional yang berkepanjangan. Saya sudah memasukkan cairan elektrolit dan glukosa. Jangan banyak bergerak jika tidak ingin tangan Anda memar karena jarumnya bergeser." Mata Iris kembali beralih pada dokter. Dia berkedip pelan, lalu menunduk menatap lengan kanannya. Di sana akhirnya dia melihat, sebuah jarum suntik dan selang yang tersambung dengan tabung infus.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai jarum infus
Baca
+Pustaka
Terpaksa Akad

Terpaksa Akad

Sedangkan tangan kiriku masih kugunakan untuk menutup mukaku, dengan mata yang masih terpejam. “Ma-maaf, Zi. Dari tadi aku kesusahan mengaitkan resletingnya karena jarum infus,” ucap Om Zuan sambil bergegas merapikan celananya. Wajahnya pun tak kalah memerah dariku. Ia juga tidak nyaman ketika barang pribadinya terlihat orang lain. ** “Kenapa jarum infusnya bisa terlepas seperti ini, Pak? Dengan berat hati saya harus memasangnya lagi di tangan sebelahnya,” ucap seorang perawat yang membersihkan luka bekas infus.
1022.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 624 kali sebagai jarum infus
Baca
+Pustaka
Akad Dadakan: Suami Penggantiku Ternyata Sultan

Akad Dadakan: Suami Penggantiku Ternyata Sultan

Alvano segera membantu istrinya naik ke ranjang, membetulkan posisi bantal agar nyaman. Tidak lama, perawat masuk membawa peralatan infus. “Aw.” Isvara meringis ketika jarum infus menusuk kulit tangannya. Perawat dengan sigap menempelkan plester bening, memastikan cairan menetes stabil ke dalam tubuhnya. Sejenak, Isvara melirik ke arah Alvano, wajahnya jelas menunjukkan rasa tidak nyaman.
10167.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai jarum infus
Baca
+Pustaka
Resep Cinta Dalam Doa

Resep Cinta Dalam Doa

Pantas saja pria itu sampai seperti itu. Karu Sinyo hanya menganggukan kepalanya sekali, dia baru saja berhasil menancapkan jarum infus setelah tiga kali percobaan. Karena sangking berharganya, ia memisahkan jarum infus itu dengan bagian plastik pelapis yang akan tertinggal itu secara hati-hati. Tidak lucu jika plastik tipisnya ikut tercabut juga, usahanya akan sia-sia. “Tidak perlu khawatir dok, sepertinya beliau hanya terlalu kelelahan saja.” Ujar dokter Boy menenangkan.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai jarum infus
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status