Pungguk Merindukan Bulan
"Apa kabar, kok baru telepon Kama? Kangen banget sama kamu, Kama!"
Kama menyeka air mata yang memaksa merembes. "Hai, El. Kabar baik. Sorry, aku baru bisa telepon. Ya, sama. Aku juga kangen banget sama kamu, El."
"Oh, syukurlah kalau kamu baik, Kama. Ah, masa sih?"
"Iya, serius. Kamu tak perlu ragu soal itu, El."
Seika tertawa lepas. "Oke, oke. Nah, jadi gimana soal Siti, Kama?"
Hot Chapters