Jelajah Jelita
Tanpa Rama sadari, iapun terhanyut dalam.
“Hah? So… sosok… w*… w*nita?” Rama mulai terbata. Ia tidak dapat lagi menyembunyikan rasa takutnya yang semula ia simpan rapat-rapat.
“Rama… Hhhmmmm…. Kamu tadi menyebut kuntilanak, kan? Rama… jangan sembarangan menyebut namanya. Dia sudah enam belas tahun menjaga lahan ini. Sekarang ia muncul, ada di belakangmu. Sedang menatapmu dari belakang. Tenang, Rama, dia hanya ingin berkenalan denganmu. Tenang, jangan takut. Sekarang, ikuti aba-abaku, ya. Tarik nafas…. Hembuskan…. Tarik nafas…. Hembuskan,” Jelita berusaha menenangkan Rama. Rama menuruti perintah Jelita untuk menarik nafas dan menghembuskannya kembali sesuai dengan hitungan Jelita.
Hot Chapters