Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Please, Uncle Jangan Nakal!

Please, Uncle Jangan Nakal!

“Apa pun hubunganku dengannya, itu bukan konsumsi publik. Terutama bukan urusan anak kecil sepertimu.” “Aku bukan anak kecil! Aku wanita dewasa yang terjebak di rumah seorang pria yang ternyata tidak sejujur kelihatannya,” Ivony mengepalkan tangan di bawah meja. “Kenapa sulit sekali menjawab 'ya' atau 'tidak'?”
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai jika tan
Baca
+Pustaka
Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Memikirkan itu, Juvena ragu-ragu berkata . "Maaf ya, aku nggak tahu kamu punya pertimbangan begitu. Kalau begitu, bagaimana kalau kita ganti tujuan saja? Misalnya ke pantai?" "Nggak, nggak." Nansel buru-buru menjelaskan. "Aku hanya asal bicara, bercanda saja kok. Tunangan atau nggak, itu urusan nanti. Sekarang aku hanya ingin kamu yang menemaniku pergi."
35.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai jika tan
Baca
+Pustaka
Bahagia Tanpamu, Mas!

Bahagia Tanpamu, Mas!

Apakah Wulan tahu? Tentu saja tidak, Wulan bisa murka jika tahu aku berjudi. Dia akan ceramah dari a sampai z agar aku tobat. Dan itu sangat menyebalkan. Bukan aku tak ingin berhenti namun judi itu seperti candu, ada kepuasan tersendiri jika aku menang.
1033.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai jika tan
Baca
+Pustaka
TAMING THE BOSS

TAMING THE BOSS

Cinta itu bagai jam pasir Ketika hati terisi, otak mulai kosong —Jules Renard ________________________________ “Oh! Faster, To. Fas ... ter ....” Dengan penuh semangat, sambil menahan sebelah kaki wanita di bawah kungkungannya yang diletakkan di pundaknya, Tito mempercepat gerakan seduktif ciptaannya. Pandangan pria bertato sebadan itu lurus, tajam, dan tertuju pada Jameka yang kini mendongak dengan mata terpejam serta bernapas ngos-ngosan bak dikejar raja hutan. Perangai yang jelas menikmati perubahan kecepatan gerakan Tito.
947 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai jika tan
Baca
+Pustaka
Pendekar Semprul

Pendekar Semprul

“Tapi hatiku seperti akan copot.” Jaka tersenyum tipis. “Itu berarti kau hidup. Lebih baik takut tapi melangkah, daripada berani tapi diam di tempat.” Lintang menatap punggung Jaka. Kata-katanya sederhana, tapi bagai tali pengikat di tengah badai. ---
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai jika tan
Baca
+Pustaka
Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa

Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa

"Yang seperti ini maksud kamu?" Jerry menelan ludah. "Iya." "Kenapa? Apa kau merinding mendengarnya?" Sebelum Jerry sempat merespons, Ruenna tertawa kecil lalu menarik kembali badannya menjauh. "Wajar, sih. Jika wanita yang tidak kau cintai berbicara seperti itu padamu, ya... mungkin memang terdengar agak menggelikan,” lanjutnya.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai jika tan
Baca
+Pustaka
Tuan Dingin & Nyonya Luka

Tuan Dingin & Nyonya Luka

“Tanpa neneknya Jifanya, mungkin pabrik furniture yang kita banggakan ini tidak pernah berdiri. Karena itulah aku menganggap Jifanya sebagai cucu sendiri.” Udara di ruang tengah itu menegang. Bayu menunduk, Kenan terdiam, Dila menggigit bibir menahan isak. “Telepon kembali Jifanya,” ucap Pak Ali mantap. “Katakan padanya, kami akan datang menemuinya.” Namun ketika Dila kembali menghubungi Jifanya, suara yang terdengar lembut namun tegas. “Tidak usah, Kak. Aku hari ini akan kembali ke Jakarta.”
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai jika tan
Baca
+Pustaka
Gagal Move On!

Gagal Move On!

Masih ngarep aja, wkwkwk. Tara Givanka : Ynj. Raka Tasena : HAH? IYA-IN AJA? BENERAN DONG? HAHAHA. Raka Tasena : Tungguin ya, jangan ke mana-mana. Aku juga kangen sama kamu. [].
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai jika tan
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

HAHAHAHAHA “JADI JANG, ” “MESKIPUN TADI KAMU BERTERIAK DENGAN SEMANGAT YANG MEMBARA, NAMUN TETAP SAJA, AKU YANG AKAN MEMENANGKAN PERTARUNGAN INI. " HAHAHAHAHA
9.8683.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.8K kali sebagai jika tan
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Terjebak Pernikahan Sementara

Terjebak Pernikahan Sementara

“Memangnya aku ke sini untuk bertemu siapa lagi, kalau bukan buat bertemu kamu?” “Tapi kenapa? Aku rasa di antara kita udah nggak ada urusan apa-apa lagi.” “Aku kangen,” ucap Tiana, dengan nada bicara khasnya yang manja. Nada bicara yang sempat Anjar anggap lucu dan menggemaskan, tapi sekarang sudah tidak lagi. Anjar mengernyit. “Tiba-tiba?”
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai jika tan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status