Red in Us
Kini ketika Katha lebih sering menanyakan pendapatnya, dia selalu tidak bisa menahan rasa senangnya keluar.
Dia tersenyum. “Nggak sama sekali. Lo atur, atau kita atur bareng, semuanya oke.”
Katha bertepuk tangan seperti anak perempuan yang dibelikan satu set boneka Barbie. Perempuan itu tampak bersemangat membuka gawai. Dia mulai mencari tempat-tempat mana yang ingin dikunjunginya. Ya, meski ini bukan pertama kalinya dia ke Jepang, tapi tiap datang ke sana, dia hanya mengurusi pekerjaan bersama Kandara. Jadi, tak banyak tempat yang dia datangi. Bahkan seingatnya dia hanya pergi ke restoran-restoran sushi.
Hot Chapters