Ojol Menantu CEO
Aku sengaja tanya tidak fokus, supaya Devan tidak curiga bahwa sebenarnya, mencari informasi tentang Davin yang aku inginkan.
“Davin kuliah di Jerman. Sepertinya, ingin jadi ilmuwan atau semacamnya. Aku memilih kuliah di Indonesia, karena papa juga tidak sehat. Setidaknya, bisa membantu dia.” Aku mengangguk. Dibanding Davin, Devan memang lebih bijaksana. Tapi, sepertinya hatiku sudah terpaut jauh dengan Davin. Bahkan kebaikan Devan yang setiap hari ditunjukkan, tidak mampu menggetarkan hati.
“Oh, kalian orang kaya mah bebas. Mau tidak kuliah juga ada ladang untuk belajar sukses. Kalau aku, nggak kuliah ancaman jadi pedagang asongan.” Devan terkekeh. Padahal, aku serius.
Hot Chapters