BENALU
Segera kurapikan kembali bantal dan sprei, lalu aku kembali duduk di depan tivi dengan santainya, seperti tak pernah terjadi apa-apa.
Selang lima menit, Karmi datang membawa gado-gado hangat pesananku. Kurasa ini adalah gado-gado terlezat yang pernah kumakan. Karena kedepannya hidupku akan bahagia setelah menghabisi nyawa Hasan. Kalau soal si Izzah sih, kecil!.
Rasanya, aku semakin dekat dengan kekayaan ini. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian, itulah pepatahnya, dan kini saatnya aku kembali menjadi orang kaya
Hot Chapters