Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pengantin Pilihan Raja

Pengantin Pilihan Raja

"Tidak Kafkan. Jawabanku tetap sama, ya. Aku menang seperti ini. Aku hanya seekor kupu-kupu dari Clossiana Frigga sekarang. Tapi hey, a-aku suka melihat kalian utuh." "EMABELL!" "Aku tidak ingin kehilangan!" DEG! Kafkan terdiam. "A-AKU. INGIN MELIHAT KAFKAN TETAP DI UTARA. AKU…AKU JUGA INGIN MELIHAT KILIAN!" ucapku terus terang. "Apa yang kau bicarakan manusia?" tanya Sakana. Menatapnya. Aku tersenyum kecil. "Aku tidak akan mengambilnya darimu Sakana!"
9.214.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 560 kali sebagai kakak fang
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Mungkinkah suara dari langit. "Woi! Gue disini." Sebuah suara keras tepat menggema ditelingaku. Aku berbalik dan mendapati seseorang yang sangat ingin kubunuh, dia adalah Oja, dengan muka yang memuakkan. Gina tersenyum kearah kami secara bergantian, kenapa perasaanku mulai enggak enak ya. Tentu sajalah kan ada Oja, gimana sih, aku ini.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai kakak fang
Baca
+Pustaka
KEKASIHKU SUPERSTAR

KEKASIHKU SUPERSTAR

Zacky menahan tawa dan ia tidak berani berkomentar apapun lagi seolah tidak terjadi apa-apa. “By the way Lun, kamu sudah sarapan?” “Sudah Mas, aku selalu bangun pagi setiap hari untuk membuat sarapan.” “Kamu bisa masak?” tanya Sean kaget, seolah memasak itu hal yang tabu bagi wanita secantik Luna. Luna mengangguk dan ia bertanya malu-malu, “Bisa, Mas Sean mau coba?" “Boleh, bisa masak apa saja?” “Banyak, aku suka mencoba menu-menu baru terutama masakan luar negeri."
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai kakak fang
Baca
+Pustaka
Dekapan Panas Kakakku

Dekapan Panas Kakakku

“Itu pernyataan yang sangat tidak akurat. Air putih ya air putih, Ara.” “Aku nggak peduli akurat atau tidak! Yang aku pedulikan adalah aku ingin makan sesuatu yang bisa dikunyah.” Hanson mengambil kursi kecil dari sisi meja dan meletakkannya di samping ranjang. Duduk. “Apa yang kamu mau?” Kiara menoleh ke arahnya dengan antusias. “Serius, Kak?” “Bilang dulu kamu mau makan apa.” “Ayam geprek level tiga,” sahut Kiara. Ia menegakkan badannya, dia duduk. “Lidahku asem rasanya. Aku mau—”
1014.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 523 kali sebagai kakak fang
Baca
+Pustaka
DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU

DEKAP HANGAT KAKAK TIRIKU

Kak Cakra yang ada di sebelahnya hanya terkekeh kecil, melirik sekilas ke arah Kak Gavin lalu ke arahku. “Beda prioritas lah sekarang, Kev. Lagi ngincar bidadari.” Kak Gavin langsung menendang pelan sepatu Kak Cakra dari bawah meja, membuat cowok itu tertawa makin keras. “Udah, buruan ah. Katanya lo mau fotokopi tugas dulu,” elak Kak Gavin santai tanpa berusaha membela diri lebih jauh. Aku pura-pura sibuk merapihkan isi tas, berusaha menetralkan raut wajahku meski telingaku terasa sedikit panas.
788 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai kakak fang
Baca
+Pustaka
Kakak Kelas dari Mimpiku

Kakak Kelas dari Mimpiku

Dia hanya mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi dan memberikan tanda jempol. Sandy tanpa sadar tersenyum melihat kelakuan kakak kelasnya itu, lalu buru-buru melangkah menuju ruang guru. *** “Duh, baksonya pedas banget! Sambalnya kebanyakan nih,” keluh Bianca sambil mengipas-ngipas mulutnya dengan tangan saat jam istirahat di kantin. “Lagian kamu sok-sokan minta sambal banyak,” cibir Farel yang sibuk memakan soto ayamnya.
10526 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai kakak fang
Baca
+Pustaka
Gelora berbahaya Kakak

Gelora berbahaya Kakak

"Apa maksud Kakak?" tanya Lily, meski dia tahu ke mana arah pembicaraan Nicho saat ini. Cup. Nicho mencium bibir Lily sekilas. "Anggap ini ciuman terakhir kita sebelum aku kembali ke Kanada. Dan aku tak akan memintamu lebih dari ini tanpa izin darimu."
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai kakak fang
Baca
+Pustaka
Pangeran Pendekar Terasing

Pangeran Pendekar Terasing

Gadis itu bermata sedikit lebar, hidung mancung, kulit kuning dan wajah cantik. “Kenapa aku bisa berada di tempat sejauh ini?” Chiu Kang berusaha bangkit, tapi dicegah oleh gadis kecil itu. “Kakak jangan berdiri. Kakek menyuruhku untuk melarang Kakak bangun jika sadar nanti,” ucap gadis kecil itu sedikit cemberut. Mendengar nama Puncak Fanjingshan (Fanjing), Chiu Kang mulai mengingat-ingat lagi apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.
8.218.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai kakak fang
Baca
+Pustaka
Kakak Beradik 

Kakak Beradik 

Aku memang sangat mirip dengan Sofia, tetapi aku memiliki tahi lalat di bawah sudut mata kiriku yang tidak dimiliki olehnya. "Bu, siapa dia?" "Dia adalah adik kembarmu yang baru pindah dari pedesaan, Ellen." Mendengar pertanyaan penuh ketidakpuasan serta jawaban yang acuh tak acuh itu, hatiku seketika menjadi tidak tenang. Kata "pedesaan" pun bisa menjadi sebutan bagiku. Sejak saat itu, jarak kami seketika menjadi jauh. Kakakku, Vando Kistanti malah menatapku dengan penuh kebencian, Seakan-akan aku adalah penjajah di rumah ini.
9.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 278 kali sebagai kakak fang
Baca
+Pustaka
Luka Perselingkuhan

Luka Perselingkuhan

Entah ada apa dengan jantungnya, tetapi dia merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi pada Farida. * Catki Waang = panggilan untuk laki-laki Muncuang = mulut Kandang situmbin = penjara
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai kakak fang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status