Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

tanya perempuan berkaca mata itu. “Lagi enggak.” “Kok lo nggak cari driver online aja?” “Mahal, ah.” ‘Seorang Kiara Cantika Wijayadi mengeluh mahal?’ Hilda memperbaiki letak kaca matanya dan melirik penampilan gadis di depannya yang hari ini memakai tas FK, brand ternama dari Korea. Flat shoes Tory Burch membalut kaki jenjang mulus itu.
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai kaki perempuan
Baca
+Pustaka
Pendekar Wanita Kahinda

Pendekar Wanita Kahinda

Dengan rasa penasaran yang tinggi, Kahinda merasa bahwa dia sudah melakukan tindakan yang benar. Ranji Solaka terkekeh kecil, ketika mendengar nama Kahinda. "Nama yang Bagus untuk seorang perempuan pengembara." Ujar Ranji Solaka yang terus memperhatikan wajah Cantik Kahinda dengan kemolekan tubuh yang menjadi idaman dan dambaan hati setiap pria yang melihatnya. Ranji Solaka tidak pernah salah memasang matanya, dengan sikap sedikit cueknya. Dia berharap bisa lebih mengenal perempuan yang sekarang berada didepannya. Dan dia tidak pernah gagal dalam upayanya. "Terimakasih, maaf jika nanti merepotkan" tutur Kahinda yang kemudian berjalan ke arah kudanya dan melepaskan tali pengikatnya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai kaki perempuan
Baca
+Pustaka
Kinanti Bukan Wanita Malam

Kinanti Bukan Wanita Malam

Suara langkah kaki Zain membuat hati gadis yang terdiam di dalam kamar semakin gugup ketakutan. "Sepatu mu bagus ya. Pasti mahal, di mana kamu membelinya? Aku juga ingin memesan satu untuk pacar ku," sindir Zain membawa sepatu yang di pakai Kinanti semalam, saat memasuki kamar. "Ayo Kinanti mengaku saja dan minta maaf, mungkin saja Tuan Zain memaafkan mu," gumam gadis itu bergulat dengan pemikirannya sendiri.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai kaki perempuan
Baca
+Pustaka
Perempuan Tanah Adat

Perempuan Tanah Adat

Matanya berair, tetapi enggan untuk meluapkan karena riasannya akan berantakan jika menangis. “Eh eh, masa anak daro menangis di hari bahagianya,” ujar Nina sembari tersenyum hangat kepada perempuan yang berusia dua tahun di bawahnya. Perempuan yang dipanggil anak daro itu berusaha menggeleng meski suntiang di atas kepalanya terasa sangat berat. Matanya masih berair, sekarang bibirnya cemberut. “Tapi Rinda malangkahi (melangkahi) Uni ... maaf Uni,” rengeknya lagi.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai kaki perempuan
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN MASA LALU

PEREMPUAN MASA LALU

Mungkin inilah hikmahnya karena harus berbohong berkali-kali saat ketahuan menangis. Aku mempertajam pandangan. Tepat di depan gerbang Rafan berdiri bersama dengan seorang perempuan dengan pakaian ketat tanpa jilbab. Sepertinya ia baru kembali juga dari jogging. Aku mengendap-endap hingga sampai di gerbang, bersembunyi di balik tembok untuk menguping pembicaraan mereka. “Ah, aku sampai lupa, nama kamu siapa?” tanya perempuan itu dengan nada sok kalem. Dada ini bergemuruh hebat rasanya.
1037.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kaki perempuan
Baca
+Pustaka
Gadis Tahanan Ceo

Gadis Tahanan Ceo

Swedia, Gavle, 8 oktober 1998. Derap langkah kaki seorang wanita memakai high heels berbenturan dilantai marmer. Wanita berusia 30 tahun, bernama Amelia Celline. Bermanik mata biru, kulit putih, rambut pirang dan wajah memiliki tulang pipi menonjol, masih sangat cantik. Seperti tergesa menuju sebuah kamar.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai kaki perempuan
Baca
+Pustaka
Pasangan Berbeda

Pasangan Berbeda

Ya, maklum saja di sini tak ada kata antre yang penting siapa yang lolos di pintu, dia yang masuk duluan dan ujung-ujungnya mandi keringat. Mataku langsung terhipnotis pada kaki, maksudku kaki yang melangkah duluan ke dalam. Aku mendongak lalu melihat siapa pemiliknya itu. Aku segera didorong ke belakang oleh pengawalnya. Ya, seperti mendorong pria. Ternyata pemilik kaki adalah seorang perempuan, ia berusaha menyembunyikan mukanya melalui kipas. Tampaknya wanita itu sedang menyembunyikan jerawat. Anehnya kerumunan pria yang tahu jenis kelaminnya perempuan langsung menyingkir lalu membiarkannya masuk duluan di saat itu juga aku merasa perempuan itu lebih menguntungkan sebab tidak merasa ke
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai kaki perempuan
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN BERKALANG NODA

PEREMPUAN BERKALANG NODA

Seorang perempuan yang seingatku tadi siang menyapa Fajar saat kami berbelanja di supermarket. Bukannya menjawab pertanyaan Fajar, perempuan yang memakai skirt hijau terang itu malah memanggi-manggil seseorang. Tak lama seorang pria bertubuh tegap keluar dari dalam mobil merah itu. Saat melihat sosoknya jantungku serasa berhenti berdetak.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai kaki perempuan
Baca
+Pustaka
Posessive Husband

Posessive Husband

Sebuah kaki mungil yang terbalut high heels menapak tepat di atas pahanya. Sagara refleks menoleh. Pandangannya bergerak perlahan, menelusuri dari ujung sepatu, naik ke betis, melewati lutut, hingga berhenti di paha. Namun, yang benar-benar membuat napasnya nyaris tersendat adalah sosok Qaiyara yang kini berdiri di hadapannya, mengenakan lingerie model perawat yang sangat seksi, lengkap dengan topi kecil khas perawat yang menghiasi kepalanya.
10779 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai kaki perempuan
Baca
+Pustaka
Nikah Yuk!

Nikah Yuk!

Keseruan mungkin hanya ada di meja Kaivan karena selalu ramai dengan tawa dan obrolan absurd hingga kemudian hening ketika mata mereka menangkap sosok seorang perempuan cantik blasteran berjalan mendekat. Perempuan itu melangkah dengan anggun, melenggak-lenggokan tubuhnya yang dibalut mini dress bodycon berwarna hitam sambil tersenyum dan melambaikan tangan pada orang-orang yang ia kenal. Zhafira kembali mengingat-ngingat siapa perempuan itu karena wajahnya tampak tidak asing. “Hai Kai,” sapa perempuan itu ketika berhenti tepat di meja mereka.
9.335.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 842 kali sebagai kaki perempuan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status