Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah

Saat mendengar kata 'masih hidup', Zaki merasa seperti sada eberkas cahaya yang menyinari dunianya. Zaki terhuyung-huyung dan memberi hormat militer. "Tunggu aku, Cindi," katanya dengan suara serak, "Aku pasti akan menemukanmu."
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai kalimat will
Baca
+Pustaka
Lelaki Kontrak Super Kaya

Lelaki Kontrak Super Kaya

Dewa hanya mengangguk paham di depan kedua orang tua Kalila. “Jangan hanya mengangguk, kami serius! Aku tidak pernah main-main dengan apa yang aku katakan. Aku adalah William Nurmanegara, kau harus tahu kalau William bisa melakukan apa saja,” ujar William lagi yang sepertinya kesal melihat sikap santai Dewa.
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 340 kali sebagai kalimat will
Baca
+Pustaka
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

kata Pak Narto panjang dan tanpa jeda. Siswa itu berdiri di depan kelas. Dengan suara pelan, menjelaskan bahwa namanya adalah William entah siapa. Matari tidak sanggup mengingat namanya yang panjang itu. Dan dia biasa dipanggil Willy. Willy berasal dari Kudus. Sebuah kota kecil di daerah Jawa Tengah. Logat Jawanya cukup kental, mengingatkan Matari pada Eyang Putrinya. Setelah perkenalan singkat, Willy segera duduk di sebelah Matari.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 586 kali sebagai kalimat will
Baca
+Pustaka
ISTRI KEDUA TUAN CEO

ISTRI KEDUA TUAN CEO

sahutku acuh. "Kenapa kau bicara seperti itu, Lucy? Apa kau masih marah padaku karena aku tak membalas pesan darimu semalaman? Ayolah Lucy, janganlah bersikap kekanakan hanya karena masalah sepele seperti itu," Will berucap seolah tanpa dosa.
10176.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai kalimat will
Baca
+Pustaka
Cewek kutu buku itu tunangan ku

Cewek kutu buku itu tunangan ku

ucap Willan. "Aku lagi sekolah model di itali!" ucap Mark. "Wah so amazing!" celetuk Ibu asih. "Ihh ibu apa-apaan sih!" ucap Willan malu akan tingkah ibunya yang terkesan lebay. "Tante bisa bahasa Inggris yah?" ucap Mark. "Bisalah, orang suami saya orang kanada!" ucap Ibu asih. "Iyaa aku keturunan jawa-kanada!" ucap Willan.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai kalimat will
Baca
+Pustaka
Binar Kalbu

Binar Kalbu

Lauk apa pun terasa begitu nikmat, menggugah selera untuk menambah. Nasi yang tinggal beberapa sendok pun tidak bisa dia paksa lagi untuk masuk ke mulutnya. Sisa nasi itu dibuang begitu saja dan langsung membiarkan piring itu. Jam di dinding terus bergerak, berkejaran. Chat dari Abbian begitu malas dibalas, kebiasaan yang sudah mendarah daging. Kebiasaan yang membuat Abbian harus memiliki stok kesabaran melimpah. Dering ponsel mengagetkan, nama Abbian terpampang di layar. Lagi-lagi Rine membiarkan ponselnya mati sendiri. Dengan malas yang dilawan, dia chat Abbian, mengabarkan bahwa malas untuk chat atau telepon dengannya. Beruntung Abbian bukan cowok rewel yang meminta dikabari 24 jam sepert
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai kalimat will
Baca
+Pustaka
KALI KEDUA

KALI KEDUA

Kuanggukkan kepala membalas senyumannya. Aku duduk di kursi belakang. Sepanjang perjalanan driver menyalakan musik pop. Dan terdengarlah suara indah Charlie Puth. Lagu we don't talk anymore menggema. Suara bening Charlie membuatku rileks. Kuikuti lirik lagunya sambil memejamkan mata. Teringat pada Erland di rumah. Kita tak berbicara lagi sejak hari itu.
9.74.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai kalimat will
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Kalimat yang Mengubah Dunia “Akhir adalah pintu yang hanya bisa dibuka dari dalam, oleh mereka yang telah memahami arti setiap kata yang pernah ditulis dan yang belum.” Lorong sunyi di bawah makam Kata Pertama kini bergetar hebat. Kalimat-kalimat yang belum selesai melayang di udara, menciptakan angin seperti bisikan-bisikan dari cerita yang hampir hancur. Lena berdiri di tengah, di depan meja batu tempat pena cahaya berbaring menanti kalimat terakhir.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai kalimat will
Baca
+Pustaka
Passionate CEO - Malam yang Tak Terlupakan

Passionate CEO - Malam yang Tak Terlupakan

Mysha kehilangan kata-kata. Pipinya menghangat, ia yakin rona merah jambu bersemu di sana. Hatinya melambung mendengar kalimat pria yang jarang menunjukkan ekspresi. Namun lidahnya begitu kelu untuk menjawab. “Will, kurasa ….”
1019.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 388 kali sebagai kalimat will
Baca
+Pustaka
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

Wima bilangnya sih bawel. “Aku mau doa tiap hari ah, biar Kak Kalla beneran jodoh sama Kak Wima. Biar aku punya kakak perempuan. Bosen aku punya kakak tiga lakik semua,” celetuk Willa begitu mereka keluar dari restauran. Lagi-lagi gadis itu bikin Kalla tak berkutik. Ya Tuhan, ada saja gebrakan anak itu. “Willa, jangan bikin Kalla jadi nggak nyaman karena ucapan kamu. Lagian siapa yang mau jadi kakak buat adik sebawel kamu.”
1076.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai kalimat will
Tampilkan Ulasan (38)
Baca
+Pustaka
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status