Dua Sisi Menantu
"Masak apalagi, Nis? Kok buat bumbu lagi? tanya Bulek Lani. Sepertinya perempuan yang sudah seperti Ibu kandung bagi Mas Ilyas ini benar-benar memperhatikanku.
"Nasi goreng, Bulek."
"Loh jadi itu apa?" tunjuk Bulek Lani ke meja
yang telah kutata.
"Itu buat kita, Bulek. Itu pedas. Yang mau Nisa masak ini, nggak pedas."
"Nggak pedas? Siapa yang nggak bisa makan pedas di rumah ini?"
Aku kembali diam, tak menjawab. Pura-pura membuka kulkas lalu mengeluarkan buah-buahan. Sepertinya berhasil, Bulek lupa. Aku lega.