Cinta Diamnya Sang CEO
“Aku tahu, setiap yang diberi kehidupan dan terlahir ke dunia ini, selalu memiliki pilihan dan hak untuk menentukan pilihannya. Hal itu mutlak dan tidak bisa dibantah dengan mudah. Jikapun ada yang terlalu berpegang teguh pada prinsip, ada pertanyaan yang meluncur tanpa filter: apakah akan bahagia?”
Baik Justin maupun Amira sama-sama terkekeh. Karena sederhananya adalah, apa itu bahagia? Jika sebuah pilihan menjadi penentu kebahagiaan seseorang, bolehkan memiliki banyak pilihan dalam hidupnya? Sedangkan pilihan hanya ada dua: ambil atau tidak sama sekali.
“Aku pikir cuma aku yang nggak punya banyak pengalaman dalam hidup.”
“Apa maksudmu?” Justin kerutkan keningnya.
Bab Populer