Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia

sambil memberikan beberapa lembar uang sepuluh ribuan, Ferdi menatap istrinya dalam. “Iya, Mas. Terima Kasih.” “Kalau kamu butuh apa-apa bilang ya.” “Iya, Mas.” “Dek, Mas boleh tanya sesuatu?” “Tanya apa Mas?” “Kamu Hamil apa gak Dek?” tanya Ferdi penuh harap. “Belum Mas, kenapa?” jawab Hanna yang sedikit cemas. “Ya gak apa-apa, tapi Mas pengen cepet aja punya anak. Kalau ada anak nanti kita akan jauh lebih bahagia. Kamu juga ada temennya kalau di rumah sendiri.”
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai kamu berhak bahagia
Baca
+Pustaka
Bidadari Pembawa Luka

Bidadari Pembawa Luka

“Aku senang karena kamu berhasil meraih mimpimu! Kamu memang layak mendapatkannya, Raka. Kamu sangat bekerja keras, aku selalu kagum dengan apa yang kamu capai. Dan juga, aku selalu mendoakan kamu bahagia. Kamu selalu pantas untuk bahagia!” “Kebahagiaan yang baru kurancang pun terlepas dari genggaman dengan mudah. Aku ragu kalau diri ini layak bahagia.” “Setiap manusia pasti punya takdir bahagianya masing-masing dan kamu harus percaya itu!” “Aku maunya percaya, tapi seseorang dengan teganya menghancurkan bahagia itu.” ***
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai kamu berhak bahagia
Baca
+Pustaka
Bersyukur Memilikimu

Bersyukur Memilikimu

Seharusnya kan suami wkwkw __________________________________________ Jangan lupa votee Semoga kalian masih suka dengan cerita akuu
27.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai kamu berhak bahagia
Baca
+Pustaka
Lelaki Itu, Perempuan yang Kunikahi

Lelaki Itu, Perempuan yang Kunikahi

"Tidak akan ada yang bisa membuatku bahagia, karena pada dasarnya aku memang tidak berhak bahagia." "Elian, berhenti punya pikiran negatif seperti itu." Pierre mencoba meraih tangan anak asuhnya, tapi Elian menghindar. "Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak berhak bahagia." Pierre mencoba bicara dengan lebih lembut. "Mau itu kau atau siapa pun, semua orang punya hak untuk jadi bahagia." "Lantas kenapa dunia dan Tuhan tidak pernah membiarkanku bahagia?" tanya Elian dengan mata memerah, seperti ingin menangis. "Tidak ada orang yang mau kau bahagia, kecuali kau mungkin."
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai kamu berhak bahagia
Baca
+Pustaka
KAMI BISA BAHAGIA TANPAMU, PAK

KAMI BISA BAHAGIA TANPAMU, PAK

Amy pun ikut tertawa menatap aku dan ibu. Akhirnya, tawa itu terdengar lagi. Semoga aku akan lebih sering melihat tawa bahagia mereka dibandingkan tangis dan lukanya. Aku berharap Allah akan terus meridhoi langkah kami ke depan. Setidaknya bisa membuktikan pada bapak kalau kami benar-benar bisa bahagia tanpanya. "Coba dibuka celengannya," pinta ibu padaku. Aku mengangguk lalu mengambil celengan berbentuk buah yang kusimpan di dalam tas.
1012.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai kamu berhak bahagia
Baca
+Pustaka
Pembalasan sang Putri Pewaris

Pembalasan sang Putri Pewaris

“Tapi kamu berhak mendapatkan kehidupan yang lebih dari ini. Kamu berhak mendapatkan kebahagiaan yang lebih besar.” Sari tersenyum tipis, namun hatinya merasa berat mendengar kata-kata itu. “Bagi saya, Tuan, kebahagiaan bukan tentang seberapa besar yang kita miliki. Selama kita bisa merasa bersyukur dan ikhlas, kebahagiaan akan selalu ada di hati.”
7.415.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai kamu berhak bahagia
Baca
+Pustaka
Madu Suamiku

Madu Suamiku

"Kamu lihat hujan itu, Sa?" "Iya, kenapa Bund?" "Begitu juga dengan kehidupan. Setiap hidup itu pasti akan hujan, akan badai dan akan ada pelangi setelah badai berlalu. Akan ada bahagia setelah semua apa yang kita lewati." "Bund... Tapi aku ragu. Apakah aku masih berhak bahagia." "Hus, ngomong apa itu lah. Ya setiap orang berhak lah untuk bahagia. Minimal bahagiakan diri sendiri. Itu pasti."
8.220.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 730 kali sebagai kamu berhak bahagia
Baca
+Pustaka
Dosen Pembimbing Itu Suamiku!

Dosen Pembimbing Itu Suamiku!

Happy Reading Semuanya! "Kamu juga berhak bahagia entah apapun itu Eva," Tatapan mata Eva mengarah pada mantan suaminya itu, ia tahu jika dirinya berhak untuk mendapatkan kebahagiaan. Tapi Eva sendiri tidak tahu defini bahagia itu seperti apa, ia merasa sudah cukup memiliki Ansell di sisi kehidupannya sekarang ini. Tidak ada yang berubah.
1026.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 988 kali sebagai kamu berhak bahagia
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
Skyworld 04
Heyy Hooo semuanya!! Terima kasih untuk semuanya yang sudah mampir dan baca cerita aku. Saat ini aku juga masih belajar dan akan terus belajar, saran dan kritik kalian selalu aku baca buat jadi pembelajaran aku. (⁠✷⁠‿⁠✷⁠) Nantikan dan baca karya aku yang lain ya... Luv Sky ...️ ...️(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠...
rhialaisouw72
suka jalan ceritanya bagus. hanya saja sedikit masukan utk penulis,mohon bahasa kata perkatanya lebih diperjelas lagi menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. karena ada beberapa bahasa yg sepertinya tidak nyambung dan tidak dipahami. terimakasih
Baca Semua Ulasan
Cinta Diamnya Sang CEO

Cinta Diamnya Sang CEO

“Aku tahu, setiap yang diberi kehidupan dan terlahir ke dunia ini, selalu memiliki pilihan dan hak untuk menentukan pilihannya. Hal itu mutlak dan tidak bisa dibantah dengan mudah. Jikapun ada yang terlalu berpegang teguh pada prinsip, ada pertanyaan yang meluncur tanpa filter: apakah akan bahagia?” Baik Justin maupun Amira sama-sama terkekeh. Karena sederhananya adalah, apa itu bahagia? Jika sebuah pilihan menjadi penentu kebahagiaan seseorang, bolehkan memiliki banyak pilihan dalam hidupnya? Sedangkan pilihan hanya ada dua: ambil atau tidak sama sekali. “Aku pikir cuma aku yang nggak punya banyak pengalaman dalam hidup.” “Apa maksudmu?” Justin kerutkan keningnya.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai kamu berhak bahagia
Baca
+Pustaka
Desahan di Kamar Pembantu

Desahan di Kamar Pembantu

“Kamu dengar diri kamu sendiri nggak, Pak Bara? Kamu punya hak apa ngatur hidup aku?” “Aku ayah mereka!” teriak Bara. “Aku tahu, tapi kamu siapaku? Bukan siapa-siapa!” balas Indira tanpa kalah. “Aku berhak bahagia! Aku berhak memilih hidup aku sendiri!” “Bahagia sama Dewa?” suara Bara terdengar tajam, penuh tuduhan. “Makanya kamu ninggalin anak-anak sampai malam?"
9.8348.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.0K kali sebagai kamu berhak bahagia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status