Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Pov Aini Aku berhenti di pinggir tempat tidur, manatap lama ke arah ranjang yang di atasnya Bang Sattar berselimut tebal sambil memejamkan mata. Lalu ragu, kududukkan tubuh di paling sudut. Bisa dikatakan aku bukan duduk, karena nyatanya kakiku yang menahan berat tubuh. "Lho, kenapa duduk. Tidur aja sini."
8.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai kan ku duduk manis disamping dirimu
Baca
+Pustaka
SENTUHAN PANAS PERTAMA TUAN DANTE

SENTUHAN PANAS PERTAMA TUAN DANTE

jawabku berbohong. Padahal saat ini aku sedang membayangkan keik coklat atau karamel yang manis dan lembut. Ditemani minuman coklat dingin atau es krim pasti akan terasa sangat lezat. Tapi rasa tidak nyaman membuatku menolaknya. "Kalau begitu mau duduk sebentar, ada yang ingin aku bicarakan," ajak Joshua lagi sambil menunjuk kursi kayu kosong yang berada di pinggir jalan.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai kan ku duduk manis disamping dirimu
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Nona WO

Mengejar Cinta Nona WO

“Tapi—” “Shhh.” Dia mencondongkan badan sedikit, senyum tipis di bibirnya. “Kalau gue pengen orang lain, gue nggak akan duduk di sini, di sebelah lo, malem-malem, rela pake hoodie tipis biar lo nggak kedinginan.” Aku menutup wajah dengan tangan, malu setengah mati. “Ya Allah, ini orang bisa banget bikin gue speechless.”
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kan ku duduk manis disamping dirimu
Baca
+Pustaka
Aku dan [D]ia

Aku dan [D]ia

Ujar Kak Yudi yang sedang duduk tepat di samping tempat ku berdiri. Dia pun berdiri mempersilahkan ku untuk duduk ditempatnya. Dengan ragu aku duduk disana. “Terus kakak duduknya dimana?” “Disini” ujarnya sambil duduk lesehan di samping tempat duduk ku. “Duh jadi gak enak dong kak.” “Sudah, santai saja.” Dengan perasaan yang tidak karuan aku tetap duduk disana. Lalu aku lihat orang yang duduk diseberang ku. Ya ampun itu Kak Waldy.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai kan ku duduk manis disamping dirimu
Baca
+Pustaka
Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda

Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda

Kami tertawa kecil karena gugup yang manis. “Kita…” kataku, mencari kata. “Kita pelan-pelan,” sambungnya, mengangguk. Kami duduk di tepi dipan. Kayunya berderit pelan, suara kecil yang membuat kami saling tersenyum. Aku bersandar, ia di sampingku, bahunya hangat di bahuku. Aku menoleh, mencium sudut bibirnya—sekilas, lalu lebih lama. Ia membalas, lebih dalam, penuh rindu.
9.8355.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.1K kali sebagai kan ku duduk manis disamping dirimu
Tampilkan Ulasan (73)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Suka baca karya orang lain, selain seru buat belajar juga. Ini ceritanya bagus.🤍 baca juga karya Zizizaq 1. Nikah kontrak berbuah cinta 2. Antara mencintai dan melupakan 3. Wanita ketiga duda kaya
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Summer Pieces

Summer Pieces

Dan senyum menawan yang paling kurindukan itu terlukis di rupanya. Jadi, ia berjalan mendekat. Sekarang ia yang duduk di sampingku di undakan beranda. Dan, aku tak tahu Jon mengamatiku dari tempatnya berada atau tidak. Kalaupun ia mengamatiku sekarang duduk dengan Cloud, aku harap ia tak sekalut biasanya. "Hai..." cowok di sampingku itu membuka percakapan. Aku hanya mencoba tersenyum.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai kan ku duduk manis disamping dirimu
Baca
+Pustaka
MENJADI SAINTESS TERHEBAT

MENJADI SAINTESS TERHEBAT

Sambil mengangkat kursi yang besar itu dengan lengan ototnya yang mulai berbentuk, ia berkata, “Ke mana aku akan meletakkan kursi ini, Yang Mulia?” “Ke sini!” jawabku sambil menunjuk tempat yang berada tepat di sebelah sebuah kursi yang kosong. Maksudku adalah agar kami duduk berdampingan dan mendekatkan diri dalam acara minum teh yang santai in. Tidak dengan duduk berhadapan dengan suasana yang terlalu formal dan kaku. Eden mengerutkan dahinya seakan-akan mempertanyakan maksud tujuanku. Namun, seperti anak yang baik dan berbakti, ia tidak mempertanyakan apa pun dan menuruti permintaanku.
9.828.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 770 kali sebagai kan ku duduk manis disamping dirimu
Baca
+Pustaka
Suami Pengganti untuk Adara

Suami Pengganti untuk Adara

*** "Minum dulu." Membawa secangkir teh manis di atas nampan, Adara duduk di kursi yang berada di depan rumah lalu menyimpan teh manis di atas meja. "Thank you. Padahal enggak usah repot-repot." Adara tersenyum tipis mendengar pernyataan laki-laki yang saat ini duduk di sampingnya. Beberapa menit lalu dia memang kedatangan tamu.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai kan ku duduk manis disamping dirimu
Baca
+Pustaka
Disangka Masih Hilang Ingatan

Disangka Masih Hilang Ingatan

Dia malah duduk di sampingku. "Maaf, Tuan, Inah gak enak kalau Tuan duduk disini. Nanti pacar Tuan marah!" Aku melipat kedua kaki bermaksud menjauh darinya. Ingin bergeser ke belakang sudah pas-pasan.
1029.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 681 kali sebagai kan ku duduk manis disamping dirimu
Baca
+Pustaka
AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

AMALIA, Kesetiaanku Diragukan

jawabnya singkat. "Oh, syukurlah. Mau kutemani duduk sejenak?" Kembali Kanzu mengajaknya bicara. Rupanya mood gadis di sampingnya masih jelek, pertanyaannya hanya direspon dengan decakan. "Bukankah, saat marah kita disarankan untuk duduk, berbaring hingga mengambil air wudu supaya marahnya hilang," lanjut Kanzu dengan nada lebih berhati-hati. Saat itulah, Wafa menghentikan langkah kemudian menatap ke manik matanya. "Maaf, hanya saran," tambahnya sembari mengusap tengkuknya. Kikuk juga, dipandang tajam oleh gadis bermata indah, sejernih telaga itu.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai kan ku duduk manis disamping dirimu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status