AMALIA, Kesetiaanku Diragukan
jawabnya singkat.
"Oh, syukurlah. Mau kutemani duduk sejenak?" Kembali Kanzu mengajaknya bicara. Rupanya mood gadis di sampingnya masih jelek, pertanyaannya hanya direspon dengan decakan.
"Bukankah, saat marah kita disarankan untuk duduk, berbaring hingga mengambil air wudu supaya marahnya hilang," lanjut Kanzu dengan nada lebih berhati-hati. Saat itulah, Wafa menghentikan langkah kemudian menatap ke manik matanya. "Maaf, hanya saran," tambahnya sembari mengusap tengkuknya. Kikuk juga, dipandang tajam oleh gadis bermata indah, sejernih telaga itu.