Terpaksa Akad
Ia senyum simpul sambil menatap kursi di sebelahnya, seperti kode untuk duduk.
“Tapi, Ma!”
“Duduklah, Sayang,” ucap Mama sambil menepuk kursi makan di sebelahnya.
“Saya tidak berani duduk di situ, Ma. Hanya Om Zuan dan keluarganya yang boleh duduk dan makan di tempat ini.”
Wanita itu kembali tersenyum kepadaku, kali ini disertai suara yang membuatku aku juga meringis karena malu.
ตอนยอดนิยม