Rahasia di Ruang CEO
Jarak wajah mereka kembali mengikis habis hingga tersisa satu sentimeter saja, membuat deru napas Arga yang memburu berembus langsung di depan bibir Alya yang gemetar.
Alya membelalakkan matanya, pandangan matanya langsung terkunci pada penampilan Arga yang sangat acak-acakan di atas tubuhnya. Pria itu sudah memakai kemeja hitamnya, namun karena tangan kanannya yang dibalut perban tebal membuatnya kesulitan berpakaian sendiri, kancing-kancing kemeja itu terpasang dengan tidak sesuai dan miring, memamerkan belahan dada bidangnya yang berbulu tipis tepat di depan mata Alya.
‘Posisi ini … kancing kemeja yang berantakan ini ….’ bati