Librairie
Filtres
Updating status
AllOngoingCompleted
Trier par
AllPopulairesRecommandationsNotesMis à jour
Jerat Candu Tuan Muda Kejam

Jerat Candu Tuan Muda Kejam

Bisa kulihat kekecewaan di wajah Entin karena tak mendapati pemandangan orang cakep lagi makan oseng cumi. "Dia mulai bosen kali, makanya balik ke habitat, yaitu makan porsi dikit tapi harga selangit." Entin tersenyum kecil. "Maybe." "Mak, punya teteh yang biasa, ya!" Aku berdiri di depan etalase berisi berbagai menu yang menggugah lidah. Entin mengikuti di sebelah. Tampak bule dodol itu hampir meneteskan liur saat melihat sambel kentang pete ampela kesukaannya.
2.6K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 79 fois en tant que kandang entok
Read
+Librairie
Nazar Poligami

Nazar Poligami

seru Bang Karmin menambah kegaduhan suasana. Orang-orang yang sedang mengantre makanan menatap wadah berisi makanan. Saat diaduk di setiap wadah terdapat binatang menjijikan. Mulai dari kecoak, cicak, bahkan anak tikus. Beberapa orang langsung muntah melihat itu. Sementara Bang Karmin langsung melarikan diri. Tugasnya sudah selesai. "Ayo, Neng!" ajak Bang Karmin sembari naik ke atas motornya.
102.7K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 98 fois en tant que kandang entok
Read
+Librairie
Terpaksa Menikahi CEO Arogan

Terpaksa Menikahi CEO Arogan

Kalau sudah masuk suapan kedua itu tandanya enak, berbeda lagi jika suapan pertama saja sudah dilepeh itu tandanya tidak enak untuk dimakan. Vindry menatap Mommy dan Bibi yang mengacungkan kedua jempol masing-masing, ia mendapatkan empat jempol. Setelahnya, Bibi pamit untuk kembali ke dapur, sedangkan Mommy hanya tersenyum memperhatikan Kendrick yang makan dengan lahap. “Kau harus mencoba yang lainnya,” ucap Mommy, membuat Kendrick menatapnya. Mommy melirik tiga piring lainnya. Chicken Cordon Blue, Steak Daging Sapi Saus Enoki dan Pudding coklat.
1012.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 418 fois en tant que kandang entok
Read
+Librairie
Kencan Buta Setelah Pulang Kampung

Kencan Buta Setelah Pulang Kampung

] Penggemar itu membocorkan banyak informasi yang sepenuhnya mengubur Daniel di dalam reruntuhan ini. Waktu itu, aku sedang memotret foto pengantin bersama Roger. Roger melihat bagian belakang gaun pengantinku dengan tidak puas. “Nad, kalau kulitmu terekspos sebanyak ini, nanti kulitmu akan jadi hitam terkena sinar matahari. Gimana kalau kita ganti yang lain saja?” Aku menggeleng.
5.6K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 162 fois en tant que kandang entok
Read
+Librairie
Janda Kembang

Janda Kembang

tawa Broto terdengar menyakitkan di telinga Saras. "Aku membencimu!" ketus Saras. "Hahahah!" tawa keras Broto memenuhi ruangan itu. Saras semakin bergidik ngeri mendengar suara Broto, 'Ingin rasanya aku bungkam mulut kotornya itu pakai sandal yang habis nginjak kotoran sapi,' batin Saras. Broto yang tampangnya sangar dan brewokan itu semakin membuat Saras muak dan ingin menjambak jenggot Broto yang panjang, terlebih saat tertawa giginya yang kuning terpampang jelas.
106.3K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 196 fois en tant que kandang entok
Read
+Librairie
Rahim untuk Anakku

Rahim untuk Anakku

Kita seperti sajak yang berbicara saat nada tak lagi mampu melantunkan suara ketika kata tak cukup mampu mengutarakan rasa ***** “Ya udah, kita makan dulu yuk, Beib. Di bawah ada warung bambu. Menu andalannya rica-rica mentok pedas. Enak banget. Udah lama gue nggak makan di sana,” ajak Al.
106.3K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 146 fois en tant que kandang entok
Read
+Librairie
Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu

Mamak langsung meraih oleh-oleh yang kubawa dan meletakkannya di atas meja. "Coba Mamak buka." Mamak lantas membuka kantong plastik luar, kemudian tutup wadahnya. "Kepiting asap. Ini beli di mana?" "Bukan beli, tapi dikasi sama calon mantu Mamak." "Calon mantu?" Mamak cukup kaget hingga mengabaikan kepiting asapnya. Ia menoleh sempurna ke arahku "Sini duduk dulu, Hasyim mau bicara penting. Bapak mana?"
1010.8K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 237 fois en tant que kandang entok
Read
+Librairie
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Dadanya sesak turun naik Sambil usap-usap perutnya dia memandang ke arah keranjang. "Aku sudah menelan tujuh puluh empat kibul ayam jantan. Tinggal tiga ekor itu. Huh ... aku akan sembuh! Pasti sembuh! Kalau tidak, pemuda asing itu akan kucabut duburnya, akan kubetot ususnya! Tiga ekor lagi... Tapi aku benar-benar kenyang! Rasanya mau muntah!" Ruhkentut alias Nenek selaksa Kentut usap-usap perutnya yang gembul. Lalu
1032.1K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 769 fois en tant que kandang entok
Read
+Librairie
Tetanggaku Rajin (Minta)

Tetanggaku Rajin (Minta)

“Pohon pisang aja dikagetin gak copot jantungnya!” “Bwahahaha. Bisa aja si Akang. Oh, iya. Besok kalau lewat lagi, bawain aku buah yang durhaka sama orang tua ya, Kang!” “Waddduh, buah apa yang durhaka sama orang tua, Neng?” “Gak tau, ya? Nyerah?” tanyaku meledek Kang sayur. “Gak tau, Neng. Serius, deh.” “Buah yang durhaka sama orang tua itu Melon Kundang, Kang!”
108.4K VuesComplétéAjouté à la bibliothèque 226 fois en tant que kandang entok
Read
+Librairie
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

kata Bang Ucok lagi. "Maaf, boleh saya bicara?" kata ustadz Rizal. "Boleh, silakan," "Saya ingin membahas pribahasa yang dikatakan bapak tadi, aslinya memang jatuh ke mulut buaya, tapi Bapak bilang jatuh ke kerangkang, kenapa kerangkang, apakah itu kerangkang? Kerangkang adalah kandang besi, masuk kerangkang berarti masuk jeruji. Jadi kenapa jeruji? Coba bayangkan, Cok, menikah dengan orang lumpuh itu bagaimana? Seperti dalam penjara, disentuh tidak bisa, disuruh pun tidak bisa, melayani suami juga tidak bisa, itulah makanya dibilang seperti masuk kerangkang," penjelasan ustadz itu sungguh runut dan mudah dipahami.
1080.2K VuesEn coursAjouté à la bibliothèque 2.8K fois en tant que kandang entok
Read
+Librairie
Dernier
1
...
5678910
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status