Rindu yang Lupa
“Orang gila lain hidup di jalanan, tapi ayah kita tidak, dia hidup di kandang, orang gila lain menggendong sampah meracau tidak jelas dan menyanyi tidak jelas, tapi ayah kita tidak, ayah kita selalu ungkap cinta dan rindu kepada kita semua, hebat bukan? Kita harus bangga punya ayah gila karena ia berbeda!”
Mereka bangga, bangga yang tidak pernah mampu diperjelas oleh detik-detik malam.
Pada suatu minggu di waktu subuh, Fira mengajak kedua adiknya menerobos ke kandang kambing. Ia sudah tidak mampu menampung rindu yang ditumpuk-tumpuk berhari-hari di dalam hati. Lala digendong, Caca dituntun di pagi buta yang masih enggan menampilkan cahayanya. Warga kampung sed
Capítulos em Alta