Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dinikahi Ustadz Tampan

Dinikahi Ustadz Tampan

Beliau bernama ibu Mariana, yang pertama kali membuka kantin di sini sejak bangunan pondok berdiri, jadi sudah sekitar 20 tahunan, paling tua dan paling setia berada di pondok. "Kenalin Bu, saya Clara dan ini sahabat saya Nadine." Mereka bergantian menyalami tangan ibu Mariana. "Mau pesan apa, kalian?" "Saya ketoprak," kata Nadine berbicara duluan. "Kalau saya pisang keju aja Bu, minumnya es teh semua," sahut Clara kemudian. "Kalau saya....." Belum aja aku melanjutkan ucapanku, dari bangku pengunjung kantin, kita semua mendengar dua santriwati yang sedang berkelahi sambil mendorong temannya.
10128.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai kantin danita
Baca
+Pustaka
CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku

CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku

“Iya juga, ya. Dulu sama Pak Akash. Sekarang sama Kak Arvin. Hoki banget Kak Gista digosipin sama dua cowok keren itu.” “Emang mereka keren?” Adel memutar bola mata. “Tolong ya, Kak Gista. Semua orang di kantor pada heboh saat Pak Akash datang bareng Sarah Deta. Banyak yang potek. Kak Arvin juga diidolakan banyak pegawai cewek. Tapi nggak ada satu pun yang nyantol, kecuali Kak Gista.” Mereka memasuki satu kafe kecil di seberang jalan. Banyak orang mengantre di kasir. Untungnya mereka masih mendapat meja.
1031.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 791 kali sebagai kantin danita
Baca
+Pustaka
MENANTU TANPA RESTU

MENANTU TANPA RESTU

"Kamu selalu bisa bikin segalanya terdengar sederhana." Keesokan harinya, Nadin belanja di warung dengan uang sisa dua puluh ribu. Ia membeli sayur kangkung, tahu, dan sedikit cabe. Saat membayar, ia mendengar dua ibu-ibu bergosip. "Itu kan menantunya Bu Rahayu. Katanya sekarang tinggal di kontrakan kecil, karena nggak betah sama mertua." "Iya, padahal Bu Rahayu orang baik. Berarti menantunya yang bermasalah."
498 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai kantin danita
Baca
+Pustaka
Derita Menantu Jelita

Derita Menantu Jelita

Aroma maskulin yang kuat langsung menyerbu inderaku, membuat hasrat dalam diriku kembali ingin bangkit. Aku buru-buru berbalik dan duduk di meja makan. Saat makan malam, entah karena kesal dengan penolakanku atau memang suasana hatinya sedang buru, suamiku terus-menerus menuangkan minuman alkohol untukku dan Om Joni. “Om Joni, terima kasih atas semua bantuanmu. Aku bersulang untukmu.” “Mitha, terima kasih atas kesetiaanmu selama ini. Ayo, kita bersulang juga.”
13.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 456 kali sebagai kantin danita
Baca
+Pustaka
Pembalasan Mantan Istri Yang Diremehkan

Pembalasan Mantan Istri Yang Diremehkan

“Tunggu, bisa bicara sebentar?” Riana tiba-tiba mengejar Renata yang baru saja keluar dari kafe setelah berkumpul dengan teman-teman sosialita. Renata menghentikan langkah, lalu menoleh ke Riana yang berjalan menghampirinya. “Kamu dari keluarga Danantya, kan?” tanya Riana memastikan. “Ya, kita sering berkumpul seperti ini, tapi sepertinya kita juga jarang sekali berkomunikasi satu sama lain,” jawab Renata menjelaskan.
1023.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 606 kali sebagai kantin danita
Baca
+Pustaka
CINTA SEORANG JANDA

CINTA SEORANG JANDA

"Di Mall." Ah, syukurlah dia menanggapi. Tinggal wajah Hana yang mulai memerah seperti kepiting rebus. Sudah malu karena calon mertua, kini harus malu pula calon suaminya asik berbicara dengan mantan kakak iparnya. Tanpa perduli bagaimana perasaannya. "Kalau begitu, kerja lagi aja Mbak. Kebetulan perusahaan kami sedang butuh Barista di hotel."
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai kantin danita
Baca
+Pustaka
Kafan Hitam

Kafan Hitam

Setelahnya, dengan cara membungkuk, Rojali mengambil botol minuman dan keresek yang tergeletak tak jauh dari kakinya, lantas menyimpan kembali ke atas dasbor. “Saya teu nanaon, Den,” timpal Rojali, kembali melirik kaca spion. Pemuda berahang tegas itu mendaratkan punggung ke kursi, merapatkan jaketnya. “Kalau kamu lapar, kamu bisa makan roti sama kue-kue itu, Den. Jangan malu-malu.” Deni mengangguk walau agak sungkan. Tak sopan rasanya kalau memakan makanan, tetapi pemiliknya belum menyentuhnya lebih dahulu.
9.774.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai kantin danita
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Janda

Terpaksa Menikahi Janda

Kantin adalah tempat ternyaman untuk kabur dari kelas. “Halo bos?“ sapa Farhan, dia tampak gagah memakai pakaian santai. Didalam gendongannya seorang bocah laki-laki berumur sekitar tiga tahunan. Wajahnya sangat mirip dengan Farhan Dinata, “apa mungkin dia itu, “aku berpikir sejenak. Menatap dua sosok beda usia di hadapanku ini. “Mari bos, silakan duduk! “
1019.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 443 kali sebagai kantin danita
Baca
+Pustaka
Bukan Aku

Bukan Aku

Dia menemukan seorang wanita berperawakan gemuk tengah tersenyum padanya. “Mau ke kantin?” Tanya wanita itu, suaranya lembut sekali. Mana bisa Abidah menolak? Akhirnya mereka tiba di sebuah lantai yang disebut dengan kantin. “Kantin ini masih baru, aku saja baru dua kali makan di sini. Semakin bagus, nyaman, lebih banyak makanan. Itu yang aku suka. Oh ya, aku Qirana.” Rupanya Qirana ramah juga.
1012.6K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai kantin danita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status