Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sistem Aura (Infinity)

Sistem Aura (Infinity)

Dan entah, apakah pantas dikatakan baik ketika nanti pemerintahan akan menggaji semua warga negara Selatan-Putih setiap bulannya. Rekannya, seorang pemuda yang wajah orientalnya berlukis tato bunga-bunga sakura (Auranias Pingai, level 66) menanggapi dengan nada yang pro terhadap rezim Haven; ”Terserah bagaimana rezim Haven mempraktikkan solusi kenegaraan mereka. Selama sistem pemerintahan mewujudkan dan atau mempermudah cita-cita masyarakat; kesejahteraan tanpa menindas. Maka hukumnya sah, menaikkan suku bunga nasional atau otoriter sekalipun!“
1019.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 695 kali sebagai kantin tunas bangsa
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Radif
{Untuk sekarang, novel ini ada pula di: Karyakarsa (Dalam Karyakarsa cerita akan lebih eksplisit dan vulgar), Novellife, KBM, dan Goodnovel, (Kwikku) bila terdapat di platform lain, segera hubungi Penulis.}
Baca Semua Ulasan
Hello Tunangan (Indonesia)

Hello Tunangan (Indonesia)

Bagaimana tidak? Di pintu kantin saat ini, ada seorang Ares Algibran, dengan keringat yang bercucuran, nafas yang terengah membuat dada bidangnya naik turun sesuai irama, ramutnya yang basah dan tatapn sayunya karena kelelahan membuatnya terlihat... seperti dewa!
1016.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 465 kali sebagai kantin tunas bangsa
Baca
+Pustaka
Aku istrimu suamiku

Aku istrimu suamiku

Kantin hanya tersenyum sambil meminum susu. "Butik kamu gimana? Banyak artis yang datang, ya?" Wajah ibu begitu bersemangat. Kanti mengangguk, ia meletakkan gelas berisi susu yang masih setengah ke atas meja. "Iya, Bu. Makanya Kanti mau lahiran secar aja, biaya persalinannya udah Kanti siapin sendiri," jawabnya. Tara menoleh, maksudnya apa Kanti bicara seperti itu. Ibu tersenyum tipis namun dengan raut wajah terpaksa.
10141.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai kantin tunas bangsa
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Rianievy
Halo... judul ini sudah TAMAT, terima kasih untuk teman-teman pembaca yang meluangkan waktu untuk membaca. Saya ada judul baru yang bisa me jadi pilihan, judulnya CELASEMARA, yuk ketemu saya di sana ......
Nisa Nurpasa
Yuk Baca Novel Menikahi Gadis Desa --> Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi penyebabnya. Akankah Sarah hidup bahagia bersama pasangannya kelak?
Baca Semua Ulasan
PELANGI JIWA

PELANGI JIWA

KANTIN DI KOLAM RENANG Hari itu hari sabtu, seperti biasa sebelum pulang kerja Rere bermaksud hendak pergi ke kantin sambil menyiapkan dagangan untuk besuk. Sebelum berangkat saat masih di kantor, Rere memberi tahu Juna hendak pergi ke kantin sambil menambah dagangannya. Tapi Juna melarangnya, Juna menyuruh Rere untuk pulang ke rumah dulu dan ke kantin sore hari saja. Rencananya Juna mau mengantarkan Rere. Rere setuju mengingat besuk hari libur belanja barang pasti butuh cukup banyak untuk persediaan besuk. Biasanya hari minggu adalah hari yang cukup ramai pengunjung sehingga banyak sekali barang yang harus di beli. Anak-anak rencananya akan di ajak serta supaya mereka bisa menikmati liburan
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai kantin tunas bangsa
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Ceo Dingin

Istri Kontrak Ceo Dingin

Tanya Aretha tak mengerti. "Mengapa banyak sekali bahasa asing dalam menunya? Apa ini benar-benar sebuah kantin dari sebuah perusahaan besar? Mengapa kalian begitu menyediakan segala fasilitas ini dengan 'waw', apa kalian... tidak akan bangkrut jika kalian menyediakan ini untuk seluruh karyawan yang ada di kantor?" Tanya Aretha tak kuasa dan juga cemas. Cemas bukan karrna khawatir akan masalah keuangan perusahaan Elvan tapi cemas karena ia merasa ini bukan seperti semua kantor.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai kantin tunas bangsa
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai kantin tunas bangsa
Baca
+Pustaka
PEREMPUAN LAIN DI HATI SUAMIKU

PEREMPUAN LAIN DI HATI SUAMIKU

Dengan tawa cekikikan mereka, aku bisa menghilangkan lara hati akibat dikecewakan oleh Daniel. "Lihat-lihat, aku punya koleksi tas baru dong. Beli di Singapura," ucap Ratih sambil memamerkan tas kulit warna merah bata kepada kami semua. "Ciee ... Tapi produk Singapura murah-murah, kamu beli yang KW ya," timpal Dania pura-pura mengolok-olok Ratih. "Enak aja KW, gini-gini yang beliin Mas Rudi tahu!" Ratih merengut, tidak terima tas yang ia pamerkan dibilang KW.
11.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai kantin tunas bangsa
Baca
+Pustaka
The Good Antagonist

The Good Antagonist

ujar Stevan "Gue kasih clue negara yang ada BTS sama Blackpink." "Korea Utara." jawab mereka bertiga serentak. "Heh yang bener itu Korea Selatan bukan Korea Utara." kesal Elisa. "Neng ini pesanannya." mbak Ayu datang bersama asisten yang membantunya dengan baik hati menata makanan mereka. Lova menatap mbak Ayu tersenyum kemudian mengucapkan." Terimakasih mbak." "Sami-sami neng geulis." ucap mbak Ayu.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai kantin tunas bangsa
Baca
+Pustaka
Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa

Jatuh ke Pelukan Pria Paling Berkuasa

“Kenapa, emang?” “Biar aku nggak harus berlarian dan antri sepanjang warga antri bansos lagi. Kamu tahu, kan sekarang Nexus lagi banyak anak magang. Nah, mereka semua bikin kantin super penuh,” celoteh Tata, mendramatisir. Keeva mendecih. “Ck! Semudah itu kamu kalah antrian sama anak magang?” cibirnya “Hei. No! masalahnya kaki aku cenat cenut banget, nih! Butuh belaian pria mapan yang uangnya miliaran biar aku bisa rebahan aja di rumah.”
10520 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai kantin tunas bangsa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status