Ketika Kepala Preman Mencintai Ustadzah
Seperti Samudra, tetapi menyimpan bahaya dan gelora di dalamnya.
"Kalian berempat ikut saya," ucap pria paruh baya tersebut, lantas berjalan mendahului. Diikuti oleh ketiga kawan Sadewa, tetapi Sadewa malah kembali menghampiri preman berkepala plontos tersebut, dan sekali lagi memberikan hadiah tendangan telak dan keras ke wajahnya. Si botak kembali melenguh kesakitan, giginya banyak yang terlepas, dan Sadewa merasa sangat puas sudah melampiaskan amarahnya.