Karma Perselingkuhan
"Oh. Kamu, yang tenang, ya. Sabar. Jangan berpikiran yang nggak-nggak. Banyak berdoa saja. Maaf, saya juga cuma bisa bantu doa dari sini."
"Iya, terima kasih, Fat."
"Sama-sama, Fit."
Untuk beberapa saat kami saling diam.
"Fat, maafin kami, ya," lirih Fitri dengan suara parau.
"Maaf? Untuk apa?"
"Untuk semua perbuatan kami padamu. Banyak orang yang bilang, kalo apa yang menimpa kami ini, karma. Semua ini akibat dari perbuatan kami yang sering menyakiti hatimu, Fat. Dan, aku pikir, mungkin omongan itu benar. Kami sering mendapat musibah, karena mungkin kamu belum sepenuhnya memaafkan kami, Fat. Tolong, maafkan perbuatan kami di masa lalu, Fat."