Merry Go Around
"Ah, kamu nih, bisa aja ngebalikinnya. Saya bercanda tahu. Pak Liam sudah seperti adik saya. Boleh aja Pak Liam ganteng, banyak duit, tapi ya ampun ... asal kamu tahu ya, waktu kamu belum datang ke sini, semua urusan dia itu saya yang mengurus, dan itu asli, super nyebelin. Saya sudah kebal banget sama pesona dia. Nope! Not a chance! Suami saya memang tiada duanya."
Merry tertawa mendengar cerita Susan. Kalau melihat dari ekspresi atasannya ini, kelihatannya Susan memang sangat mencintai suaminya. Ah, entah kenapa, Merry merasakan sedikit rasa cemburu dengan keharmonisan mereka. Apakah mungkin dia bisa mendapatkannya suatu saat nanti?[]
Chapitres populaires