Terjerembap dalam Pelarian
Bayangan terakhir di benakku adalah Rangga mencondongkan tubuh ke arahku, menempelkan sapu tangan ke wajahku, aroma kimia yang samar menempel di kulitku sebelum semuanya menjadi gelap.
Ruangan di sekelilingku terasa asing.
Terlalu mewah, terlalu sempurna untuk menjadi milikku.
Tirai berwarna krem bergoyang lembut tertiup angin, menyapu furnitur mahoni yang berkilau di bawah cahaya lembut yang sudah diatur.
Setiap detail berbisik tentang kendali, tentang dirinya.
Jari-jariku ragu-ragu di kenop pintu, setengah berharap pintu itu terkunci. Ternyata tidak.