JODOH TAK TEPAT WAKTU
Maaf ya, kalau permainan aku terlalu kaku, mungkin aku hanya belum terbiasa," ucap Rindu berharap Fahri mengerti.
Pasca dirinya harus dipaksa melayani nafsu bejad lelaki-lelaki hidung belang di Kalimantan jelas masih menyisakan trauma yang mendalam di hati Rindu dan entah kenapa, hal itu sangat sulit untuk hilang.
Bahkan saat dirinya dan Fahri bercinta tadi, Rindu masih saja terbayang-bayang dengan wajah-wajah menjijikan lelaki-lelaki yang pernah menggaulinya.
"Siapa bilang kamu kaku? Kalau kamu kaku, punyaku nggak akan bisa masuk," balas Fahri dengan seringai mesumnya. Lagi-lagi lelaki itu malah bercanda.
Hot Chapters