CINTA DIBALIK CADAR
Dia benar-benar tidak mengerti kemana arah pembicaraan ini.
"Iya, tinggal nunggu, kapan calon wanitanya siap," Omah kembali berbicara seraya melirik ke arah Katrina, seolah mencari jawaban dari tatapan wanita berparas cantik itu.
"Bukannya lebih cepat itu lebih baik, iyakan, Kak... Siapa tadi?" Anggia mencoba mengingat.
"Katrina," jawab Omah. "Katrina, titip Gia sebentar ya, Omah mau shalat maghrib dulu, nanti gantian ya?"