Pelayan Ibu Tiri dan Dua Putri Cantiknya
"Tentu saja, Sayang. Kan itu sudah jadi milikmu. Tempat gym, bengkel, dan toko tanaman adalah milikmu, hakmu. Memang masih tahap proses untuk mengganti kepemilikan namanya, tapi itu hal kecil yang nanti bisa menyusul."
"Iya, Bu, nggak apa-apa. Terima kasih," jawabku berusaha tampak bersyukur.
"Sama-sama, Sayang. Tapi ingat, kamu harus tetap memuaskan Mama. Dan ingat, kita harus saling menjaga rahasia ini," tekan Nikita dengan tatapan mengancam.
Aku menarik napas dalam, memantapkan diri untuk melanjutkan sandiwaraku. "Tapi Ibu masih berusaha menguasai semua harta Ayah, kan? Dan mengganti kepemilikan atas nama Ibu sendiri?"