Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Maaf, Aku Bukan Wanita Lemah

Maaf, Aku Bukan Wanita Lemah

kata sang tante dengan senyuman semanis racun. Pandu langsung tahu dia sekali lagi masuk dalam jebakan sang tante, tapi dia tidak akan bertindak bodoh seperti sebelumnya, baginya sekarang inin prioritasnya jelas. Melindungi keluarga kecilnya. "Benar antarkan saja, toh bukan hal sulit paling hanya satu dua jam, itu juga jika kalian tidak lanjut dengan agenda lain," kata salah satu pamannya dengan kurang ajar.
8.9373.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.5K kali sebagai kata kata bukan prioritas
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Arumi Nasha
mencoba buka kunci mana tau di bab 5 pemeran utamanya tegas trnyata gak ... sampai tak lompatin bacanya ke bab 30 an trnyata masih sama pemeran utamanya tertindas trlalu lama Thor seharusnya ada kmjuan alurnya,, aku bacanya jadi emosi pemerannya terlihat bego sih.. maaf tak skip ....
Baca Semua Ulasan
Terlalu Kaya dan Tampan

Terlalu Kaya dan Tampan

“Dan jika aku bilang berhenti… kalian semua harus berhenti.” Elara tersenyum tipis, sebuah senyum yang sulit diartikan. “Kau cepat belajar, Nadia. Dan itu sejujurnya membuatku semakin khawatir.” Elara berbalik menuju pintu. “Mulai hari ini,” ucapnya tanpa menoleh, “Kevin Cathy adalah Prioritas Utama dalam sinkronisasimu. Seluruh kekuatanmu akan terikat padanya.” Pintu tertutup dengan bunyi klik yang final. Kevin berdiri mematung, bahunya gemetar. “Nadia… kenapa?”
950 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai kata kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Pernikahan yang Tidak Pernah Dia Sadari

Pernikahan yang Tidak Pernah Dia Sadari

Semua orang melihat kenyataan itu kecuali aku. "Keluarga Pratama sangat berkuasa," lanjut ibu. "Putranya tenang, disiplin, dan jujur. Dia memahami aturan dunia kita. Karina, kamu harus mencari seseorang yang menempatkanmu sebagai prioritas." Aku menutup mata. "Terima kasih, Bu," kataku. "Aku percaya padamu." "Mau kami aturkan pertemuan dulu?" tanyanya.
4.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai kata kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Takdir Perjanjian Pernikahan

Takdir Perjanjian Pernikahan

"Aku tidak akan menghalangi karirmu setelah melahirkan nanti. Tapi, aku tetap tidak bisa membebaskanmu begitu saja sayang. Kau harus mengingat prioritas utamamu. Aku tidak menginginkan, kau yang terlalu fokus pada karirmu hingga melupakan pertumbuhan anak-anak kita." Marsha tersenyum. dia menempelkan hidungnya ke hidung William dan menggeseknya pelan. "Kau dan anak-anak kita nanti adalah prioritas utamaku sayang. Jika kau tidak memperbolehkanku maka aku tidak akan bekerja. Kau sudah mencukupiku dengan segalanya. Aku tidak menginginkan apa pun lagi. Kau dan anak-anak kita tetap menjadi prioritas utamaku."
8.831.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kata kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Jodoh di Tangan Mama

Jodoh di Tangan Mama

“Tapi percaya deh, Bang, itu cuma karena Mama excited aja ngelihat kamu akhirnya sama perempuan. Kalau nanti Abang ketemu perempuan yang tepat, kapan pun itu, siapa pun dia, please, kasih tahu Mama ya.” “Iya, Ma, pasti kok.” Asa balas menggenggam tangan mamanya. “Maaf kalau Abang belum bisa jadi kayak anak lain yang nyenengin ibunya dengan bawa calon menantu. Untuk saat ini, Abang belum kepikiran ke sana. Keluarga jadi prioritas nomor satu Abang.” Mereka pun memutuskan untuk tidak lagi membahas Athalia atau perjodohan apa pun yang tadinya diusahakan oleh Padma untuk Asa, anaknya. Setidaknya untuk saat ini.
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai kata kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Ibu Mertua Melarang BerKB

Ibu Mertua Melarang BerKB

ucap ibu mertua. "Aku juga belum pernah merayakan ulang tahun, selain itu aku juga belum pernah diundang oleh temanku yang ulang tahun. Karena aku dinilai tak selevel dengan mereka." Tiba-tiba Arka menyahut. "Hal seperti itu tidak penting, nanti kita rayakan ulang tahun kamu bersama keluarga. Teman kamu itu pasti ulangtahunnya dirayakan hanya bersama pembantu dan teman-temannya, karena kedua orangtuanya selalu sibuk bekerja."
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai kata kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Dosenku Di Club Malam

Dosenku Di Club Malam

tanya Aluna, suaranya berani meski jantungnya berdebar kencang. "Tidak ada ancaman," jawab Sagara ringan, namun matanya menyimpan kilatan dingin yang menusuk. "Hanya ada konsekuensi." Pria itu tersenyum tipis, senyum seorang predator yang yakin akan mangsanya, sebelum melanjutkan ucapannya. "Beberapa pintu akan tertutup. Orang-orang di kampus tentu punya standar. Dunia kerja juga punya prioritas. Dan aku? Aku hanya membiarkan semuanya berjalan apa adanya."
10839 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai kata kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Pria Culun Itu Suamiku

Pria Culun Itu Suamiku

Sebelum Areta sempat bicara, Adam melangkah maju satu langkah, menaruh tubuhnya di depan Areta seolah-olah menjadi pagar pelindung. “Sabotase?” Adam tertawa kecil, suara baritonnya keluar secara alami. “Itu namanya bisnis, Mbak Renata. Siapa yang punya modal lebih besar, dia yang dapat prioritas. Bukankah Mbak sendiri yang bilang kalau ‘kelas memang nggak bisa bohong’ di media sosial?” Renata tersentak. “Kamu ... kamu cuma asisten penjahit! Tahu apa soal bisnis?!”
971 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai kata kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian

Ayah mengerutkan kening, dia berkata dengan suara dingin dan tegas, “Abaikan saja Karin. Dia selalu berlagak sok tahu agar semua orang fokus padanya. Kapan dia akan tumbuh dewasa?” Wajah Ibu menunjukkan sedikit ketidaksabaran. Dia menghela napas dan berkata, “Bukannya itu cuma Penghargaan Doktor Medis Global dan diadakan dua tahun sekali? Dia menganggapnya seperti hal besar. Kenapa dia nggak bisa mengerti kamu? Ulang tahun ke-16 cuma sekali seumur hidup, tapi dia malah merajuk saat ini.”
15.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai kata kata bukan prioritas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status